Permohonan Holomogasi Dibatalkan, Istaka Karya Akhirnya Resmi Pailit!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: PT Istaka Karya (Persero) resmi menyandang status pailit setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan perjanjian perdamaian (holomogasi) oleh PT Riau Anambas Samudra.

Ketetapan itu tertuang dalam putusan nomor No. 26/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2022/PN Niaga Jkt.Pst. Jo. No. 23/Pdt-Sus-PKPU/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 12 Juli 2022.

Pembatalan homologasi tersebut dilakukan setelah Istaka Karya tidak mampu memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo pada akhir 2021 sesuai Putusan Perdamaian Nomor 23/PKPU/2012/PN Niaga Jakarta Pusat tanggal 22 Januari 2013.

Sekretaris Perusahaan PT Istaka Karya Yudi Kristanto membenarkan putusan pailit tersebut, selanjutnya perusahaan akan membereskan boedoel pailit dan berkoordinasi dengan kurator.

“Betul (resmi pailit). Karena itu, kurator masuk untuk melakukan pemberesan boedel pailit. Diperkirakan minggu ini kurator akan meeting dengan manajemen Istaka untuk mengkoordinasikan selanjutnya,” ujar Yudi seperti dikutip dari detik.com, Senin (18/7).  

BACA JUGA:   Dapat Duit PMN Rp18,6 T, HK Kebut Proyek Tol Trans Sumatera

Istaka Karya adalah perusahaan konstruksi konsorsium yang berdiri pada 1979 dengan nama PT ICCI yang merupakan kependekan dari Indonesian Consortium of Construction Industries. Istaka Karya sendiri masuk dalam daftar perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Namun, Yudi menjelaskan pailit berbeda dengan dibubarkan. Pailit adalah proses hukum di mana perusahaan atas perintah pengadilan dinyatakan tidak mampu membayar utangnya. Karenanya, perusahaan perlu melakukan pemberesan aset.

“Kalau BUMN dibubarkan perlu adanya suatu keputusan dari pemerintah selaku badan usaha milik negara. BUMN bisa dibubarkan karena merger akuisisi atau bangkrut atau pailit,” ujar Yudi.

BACA JUGA:   Pelindo Rilis Logo Baru, Ini Maknanya!

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (“PPA”) Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, pihaknya menghormati putusan Pengadilan atas pembatalan homologasi Istaka Karya sebagai upaya untuk memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.

Dia menjelaskan terkait dengan seluruh kewajiban Istaka Karya kepada pihak ketiga, termasuk kewajiban gaji dan pesangon kepada eks karyawan dia pastikan akan diselesaikan.

“Akan diselesaikan dari penjualan seluruh aset perusahaan melalui mekanisme lelang oleh Kurator sesuai dengan penetapan Pengadilan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Erick menargetkan tujuh BUMN yang sudah tak beroperasi tutup tahun ini. Salah satunya adalah Istaka Karya. Beberapa BUMN lainnya, antara lain PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

BACA JUGA:   Jembatan Batam-Bintan Diperkirakan Mulai Dibangun Akhir Juni 2024

Erick menjelaskan pembubaran BUMN hantu tersebut merupakan bagian dari targetnya merampingkan jumlah BUMN dari 108 menjadi 30 perusahaan.

Ia menargetkan jumlah BUMN akan menciut menjadi 37 hingga akhir masa kepemimpinannya. Kemudian, sisanya akan dilanjutkan oleh menteri selanjutnya.

“Di masa kepemimpinan saya dari 41 ke 37, nanti siapapun menterinya bisa melanjutkan sampai ke angka yang kita citakan yaitu 30,” jelas Erick.

  • Bagikan
228 views