Kelanjutan Kasus Tewasnya Brigadir J, Labfor Polri Masih Periksa HP dan CCTV Secara Scientific Crime Investigation

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Polri memastikan pihak laboratorium forensik (labfor) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Handphone (HP) milik Brigadir J dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian peristiwa penembakan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation.

“Handphone dan rekaman CCTV yang berhasil diamankan oleh penyidik, saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan di labfor,” kata Dedi kepada wartawan, Jumat, 22 Juli 2022.

Dedi memastikan, proses pemeriksaan tersebut dilakukan secara maksimal dan profesional oleh pihak yang ahli dalam bidangnya.

Dalam hal ini, Dedi menekankan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berkomitmen untuk melakukan pengungkapan secara transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:   Kominfo Blokir Ratusan Ribu Situs Judi Online, Simak Rinciannya!

“Semua akan disampaikan secara komprehensif, kami dalam hal ini akan menyampaikan seluruh fakta yang dilakukan dengan Scientific Crime Investigation secara komprehensi,” ujar Dedi.

Diketahui, tim khusus (timsus) Polri berhasil mengamankan rekaman CCTV terkait dengan peristiwa penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

Sementara itu, Tim kuasa hukum keluarga Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J mendatangi Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Senin pagi (18/7).

Mereka mengeklaim membawa sejumlah bukti untuk melaporkan kasus ini. Berdasarkan pantauan pada Senin (18/7/2022) lalu, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J tiba di Bareskrim pada pukul 09.38 WIB.

BACA JUGA:   Korupsi Dana Asabri, Teddy Tjokrosaputro Divonis 18 Tahun Penjara

“Kedatangan kita untuk membuat laporan polisi tentang dugaan tindak pidana dugaannya pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHPidana jo pembunuhan sebagaimana dimaksud Pasal 338 KUHP, jo penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain jo Pasal 351,” ujar pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, di Bareskrim Polri.

Dari barang bukti tersebut, keluarga menemukan beberapa luka sayatan, tepatnya di bagian kaki, telinga, dan bagian belakang tubuh Brigadir J. Kemudian terdapat beberapa luka memar, pergeseran rahang, luka di bahu.

Luka juga ditemukan di jari-jari, bawah dagu, biru di perut, dan luka mengaga di bagian bahu dan pipi. “Kemudian ada juga di bahwa ketiak, ada lagi ditemukan luka di belakang telinga kurang lebih satu jengkal luka sajam dan kuping dalam keadaan bengkak,” ujarnya.

BACA JUGA:   UII Desak Pemerintahan Jokowi Berhenti Menyalahgunakan Kekuasaan

  • Bagikan
48 views