Menikmati Keindahan Kawah Ijen

  • Bagikan
Seorang pengunjung menikmati pemandangan Kaldera Kawah Ijen dari ketinggian.

Apakah anda ada rencana untuk mengunjungi Banyuwangi dalam waktu dekat? Jika iya, maka mendaki Kawah Gunung Ijen wajib masuk dalam jadwal anda.

Mendaki Kawah Ijen seperti sebuah kewajiban bagi siapapun yang datang ke Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kawasan itu merupakan tujuan wisata favorit tidak saja wisatawan nusantara, tapi juga para turis asing yang datang khusus untuk mendaki dan menikmati pemandangan kawah.

Wajar saja jika kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya. Apalagi anda juga tidak hanya disuguhkan pemandangan kawah yang menakjubkan, tapi juga ada fenomena alam berupa api biru (blue fire) yang hanya bisa dilihat di dua tempat di dunia, yaitu di Islandia dan Ijen.

Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen yang berada dalam dua wilayah yang berbeda yaitu di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ketinggian gunung ini mencapai 2.443 dppl dan telah ditetapkan sebagai cagar biosfir oleh Unesco pada 2016 lalu.

Menuju Ijen

Untuk menjangkau kawasan Gunung Ijen, ada beberapa alternatif transportasi yang bisa anda pilih. Jika kebetulan anda berada di Jakarta, anda bisa pilih penerbangan langsung menuju Banyuwangi dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju kawasan Ijen kurang lebih 2 jam dari pusat kota.

Jika ada sedang berada di Surabaya atau Malang, anda bisa menggunakan transportasi darat selama 6-7 jam menuju Banyuwangi, melintasi Probolinggo, Lumajang, dan Jember.

BACA JUGA:   Singapura Terpilih Sebagai Top Ten Destinasi Terbaik Dunia Versi Agoda

Kami yang kebetulan sedang berada di Malang memilih jalur darat menuju Banyuwangi. Kami berangkat menggunakan mobil pada pukul 8.30 pagi dan sampai di Banyuwangi pada pukul 17.00, termasuk waktu istirahat selama dalam perjalanan.

Di Banyuwangi, ada banyak hotel dan penginapan di sekitar kawasan Gunung Ijen. Anda bisa pilih berdasarkan bujet anda mulai dari Rp500 ribu per malam hingga Rp2 juta. Kami memilih Hotel Grand Harvest yang berada di dekat kawasan, hanya butuh 30 menit untuk menjangkau titik kumpul dan pos terdekat.

Waktu Pendakian

Ada dua pilihan bagi anda yang ingin mendaki kaldera Kawah Ijen. Pertama, jika anda ingin melihat fenome blue fire, maka waktu pendakian hanya tersedia mulai pukul 24.00 dinihari. Butuh waktu pendakian sekitar 2 jam untuk sampai dipuncak gunung dan turun ke kawah sekitar 30 menit. Blue fire akan muncul pada waktu tertentu yaitu sekitar pukul 2 – 3 dinihari.

Tapi jika anda tidak ingin mengejar blue fire, keberangkatan ke puncak Ijen lebih fleksibel. Kami memilih waktu berangkat pukul 3 dinihari, dengan perkiraan sampai di puncak sekitar pukul 5 pagi untuk menyaksikan matahari terbit.

Sebelum mendaki, silahkan sarapan subuh dulu di warung yang ada di sekitar Pos keberangkatan. Anda perlu membayar tiket masuk di gerbang depan. Untuk masuk ke kawasan, anda perlu membayar tiket masuk lagi yang hanya bisa dibeli secara online di www.tiket.bbksdajatim.org.

BACA JUGA:   Desa Bakau Serip Masuk 50 Desa Terbaik, Sandiaga: Kembangkan Wisata Edukasi

Dalam situs tersebut, anda perlu login mendaftarkan nomor NIK anda dan rombongan, selanjutnya ada bisa langsung memesan tiket sesuai kebutuhan dengan harga tiket masuk per orang Rp5.000 dan tiket kendaraan Rp10.000.

Setelah selesai transaksi, sistem akan memberikan kode QR untuk ditunjukkan kepada petugas di loket dan silahkan melakukan pembayaran.

Kawasan ini selalu ramai, jangan khawatir anda kesepian. Di sepanjang jalur pendakian anda akan bertemu turis asing dan lokal.

Oya, jangan sampai lupa, suhu pagi subuh di gunung sangat dingin. Saya sarankan anda menggunakan jaket tebal dan penutup kepala. Anda bisa sewa jaket dan aksesorisnya di warung terdekat termasuk senter yang berguna menerangi jalan selama pendakian.

Catatan: perlengkapan yang perlu anda siapkan sebelum mendaki antara lain: jaket, penutup kepala, sarung tangan, senter, masker, sepatu hiking, dan air minum secukupnya.

Siapkan Stamina

Tepat jam 3 subuh kami bergerak mulai mendaki. 15 menit pertama masih aman terkendali namun semakin lama jalan mulai menanjak dan berliku. Ada 6 pos selama anda mendaki gunung Ijen yang bisa anda manfaatkan untuk beristirahat.

Ingat, rute sepanjang pendakian kondisi gelap. Penerangan anda di jalan hanya menggunakan senter yang tadi sudah anda sewa di pos awal.

Jarak pendakian dari titik awal sampai ke puncak sekitar 3,4 kilometer saja, tapi karena mendaki maka butuh waktu 2-3 jam untuk sampai di atas.

BACA JUGA:   Pesona Bali Hanya Dikalahkan Oleh Dubai Sebagai Destinasi Wisata Dunia Terpopuler

Dibutuhkan stamina yang kuat untuk menyusuri rute pendakian ini. Bagi anda, yang tidak kuat, jangan khawatir, anda bisa menyewa gerobak dorong atau istilah disana ‘troley’ yang didorong oleh tiga orang. Anda cukup bayar Rp800.000 selama perjalanan naik dan turun!

Jika anda ingin melakoni pendakian tanpa bantuan troley, anda tidak perlu buru-buru. Jalan santai saja menikmati suasana gelap pagi subuh.

Kami sampai puncak pada pukul 5.15. Sinar lembayung mulai terlihat dari balik pegunungan yang berjejer disekitar Gunung Ijen. Gunung Ijen diapit oleh Gunung Raung dan Gunung Merapi. Silahkan anda pilih spot yang paling pas untuk mengabadikan detik-detik matahari terbit.

Tapi sebelum itu, anda nikmati dulu suasana kawah Ijen yang menakjubkan. Kami beruntung suasana tidak terlalu berkabut sehingga kawah bisa kami saksikan secara jelas. Kepulan asap belerang terlihat jelas dari atas.

Setelah selesai berfoto dan mengabadikan suasana kawah, kami pun kembali turun pada pukul 7 pagi. Matahari sudah mulai tinggi dan terasa hangat.

Selama proses turun, jaket tebal anda sebaiknya disimpan saja dalam tas, karena anda akan sedikit berkeringat.

Kami sampai di pos keberangkatan awal pada pukul 9 lewat. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati makan pagi, kami pun kembali ke hotel.

  • Bagikan
246 views