Realisasi Investasi Capai Rp6 Triliun, Jadi: Apa Benar Sebesar Itu?

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam menyorot data realisasi investasi asing dan domesik (PMA dan PMDN) semester I-2022 sebesar Rp6,1 triliun dari 1.529 proyek karena diduga tidak sesuai fakta dilapangan.

Jadi Rajagukguk, Ketua Kadin Batam, menegaskan raihan investasi asing sebesar itu semestinya sejalan dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan dan menurunnya angka pengangguran.

“Apa benar sebesar itu? Saya yakin jika benar ada realisasi investasi baru, tidak hanya Kadin Batam yang bisa melihat, tapi masyarakat juga pasti bisa melihat. Salah satunya terbukanya lapangan kerja,” ujarnya.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis realisasi investasi di Batam Penanaman Modal Asing (PMA) dan (Penanaman Modal Dalam Negeri) PMDN di Batam sepanjang Januari-Juni 2022 atau semester I tahun 2022 yang mencapai Rp 6,175 triliun dengan 1.529 proyek.

BACA JUGA:   Tak Kunjung Beroperasi, KEK Tanjung Api Api Resmi Dicabut!

Secara komulatif realisasi investasi Semester I PMA sebesar 82,86 persen yang mencapai Rp 5,116 triliun dengan 696 proyek dan PMDN sebesar 17,14 persen dengan nilai 1,058 triliun dengan 833 proyek dari realisasi investasi di Batam.

Lebih rinci, realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau kuartal II 2022 untuk PMA mencapai Rp 1,650 triliun dari 285 proyek dan PMDN sebesar Rp 448,580 miliar dari 361 proyek, sementara periode Januari-Maret atau kuartal I 2022 PMA sebesar Rp 3,466 triliun dari 411 proyek sedangkan PMDN sebesar Rp 609,806 miliar dari 472 proyek.

“Kementerian Investasi dan BP Batam harusnya bisa menjelaskan apakah benar realisasi investasi di Batam yang beredar di media, agar masyarakat mengetahui yang sebenarnya,” papar Jadi.

BACA JUGA:   Kurang Peminat, Investasi di Kawasan Industri cuma Rp5 triliun

Data dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Provinsi Kepri menyebutkan jumlah industri yang berada di dalam kawasan sebanyak 760 perusahaan. Peningkatan realisasi investasi baru tentunya secara signifikan akan menambah jumlah industri yang ada di Batam.

Namun demikian tidak dijelaskan secara rinci dari sektor mana saja realisasi investasi asing dan domestik tersebut. Apalagi data tersebut hanya menyebutkan jumlah proyek yang berarti tidak selalu berupa tambahan perusahaan/industri baru. Ada juga berupa proyek perluasan atau ekspansi dari industri yang sudah ada.

“Data tersebut mestinya lebih detail menyebut jumlah tenaga kerja yang diserap, dan dimana lokasi usahanya,” tandas Jadi.

BACA JUGA:   Banyak Masalah, Pengembangan KEK Arun Kurang Optimal

Sementara itu Tjiaw Hioeng, Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, menjelaskan model pencatatan realisasi investasi bersumber dari data laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang dilaporkan oleh perusahaan secara online ke Kementerian Investasi.

“Perlu dipahami bahwa realisasi investasi itu tidak hanya berupa investasi perusahaan baru, tapi ekspansi perusahaan yang sudah beroperasi juga dicatat sebagai realisasi investasi,” katanya.

Menurut dia, setiap triwulan, perusahaan asing yang sudah beroperasi baik dalam kawasan maupun di luar, wajib melaporkan perkembangan investasinya ke BKPM.

“Data itu [LKPM] yang dijadikan rujukan dan acuan dalam setiap rilis realisasi investasi. Saya yakin data realisasi PMA itu benar adanya. Mereka tak berani manipulasi data,” kata Tjiaw. (Sys)

  • Bagikan
79 views