Pemulihan Ekonomi Picu Permintaan Energi, Wamenkeu: Subsidi pun Membengkak!

  • Bagikan
Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara

Regional.co.id, SEMARANG: Konsekwensi dari percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi adalah konsumsi energi yang semakin tinggi sehingga memicu permintaan dan membengkaknya subsidi energi dalam APBN.

“Ini harga yang harus dibayar. Sekarang APBN cukup atau nggak untuk menanggung subsidi energi tersebut,” ujar Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan, dalam paparannya pada Sidang Pleno ISEI XXII dan Seminar Nasional Tahun 2022 di Semarang, Rabu (24/8).

Menurut dia, kondisi APBN ini seperti shock absorber dalam menjaga stabilitas moneter terutama subsidi energi yang diperkirakan naik pada 2023 mendatang.

Dia menjelaskan fase pemulihan ekonomi ini memicu konsumsi energi semakin cepat di semua sektor sehingga permintaan dan subsidi energi juga membengkak.

BACA JUGA:   Dinilai Berhasil, Jokowi Usulkan Kembali Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI Periode 2023-2028

Dalam APBN 2022 alokasi subsidi energi sudah mencapai Rp502,4 triliun, dan diperkirakan akan tembus hingga Rp700 triliun dengan kondisi permintaan yang tinggi seperti saat ini.

Dana Rp 502 triliun disepakati oleh pemerintah dan DPR beberapa bulan lalu. Dana tersebut ditujukan untuk subsidi BBM jenis pertalite dan solar serta LPG 3 kg dan tarif listrik di bawah 3.000 VA. Di samping itu sebagian juga diberikan kepada PT Pertamina persero dan PT PLN persero sebagai kompensasi dua tahun terakhir.

“Kata kuncinya adalah kita tetap optimis namun harus waspada karena resiko ketidakpastian kondisi ekonomi global,” papar Suahasil.

BACA JUGA:   Pengangguran Usia Produktif di Indonesia Capai 9,9 Juta Orang, BPS: Mayoritas Gen Z!

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan tiga opsi yang muncul untuk mengatasi pembengkakan subsidi energi dalam APBN.

“Apakah menambah belanja subsidi, atau menaikkan harga BBM. Subsidi naik menjadi mendekati Rp 700 triliun, atau volumenya dikendalikan karena kalo volumenya terus ya tadi, atau naikin BBM-nya. Semua kombinasi di antara 3 ini,” jelasnya. (Sys)

  • Bagikan
76 views