Fase Pertama Tuas Mega Port Resmi Beroperasi, PM Lee: Kami Terus Maju!

  • Bagikan
Tuas Mega Port Singapura Fase 1 resmi beroperasi di atas areal seluas 414 hektar dengan total kapasitas mencapai 20 juta TEUs.

Regional.co.id, SINGAPURA: Fase pertama Tuas Mega Port resmi dibuka dengan mengoperasikan tiga dermaga labuh dan mengukuhkan diri menjadi pelabuhan otomasi terbesar di dunia.

Dalam acara pembukaan, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan pelabuhan itu akan menjadi mesin penting yang menggerakkan ekonomi Singapura, memperkuat statusnya sebagai pusat maritim internasional.

“Keputusan kami untuk melanjutkan pengoperasian Tuas Mega Port mengirimkan sinyal kuat kepada dunia bahwa Singapura terbuka untuk bisnis. Kami akan terus maju,” katanya Kamis (1/9)

Sementara itu, PSA selaku operator pelabuhan menggambarkan fasilitas pelabuhan senilai Sin$20 miliar atau setara Rp200 triliiun sebagai game changer. Pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan full-automation pertama di dunia yang akan mengoperasikan kendaraan automated guide vehicles (AGV) tanpa supir.

BACA JUGA:   Ekspansi Data Centre di KEK Nongsa Batam, Princeton Digital Kucurkan Investasi Rp15,2 Triliun

Tuas Fase 1 ini memiliki luas kurang lebih 414 hektar dengan kapasitas 20 juta TEUs dan akan menampung pemindahan seluruh pelabuhan yang ada di Singapura saat ini yaitu Tanjong Pagar, Keppel, dan Brani. Ketiganya akan tutup dan pindah ke Tuas pada 2027. Sementara Pasir Panjang akan dikonsolidasikan pada 2040.

Fase kedua akan memiliki luas 1.337 hektar dan dalam proses penyelesaian hingga 2040 mendatang dengan total kapasitas kontainer mencapai 65 juta TEUs. Saat ini, PSA sudah menangani kontainer sebesar 37 juta TEUs.

Chairman PSA Group Peter Voser mengatakan pengoperasian Tuas Mega Port mengawali sebuah era baru bagi Singapura dalam mewujudkan potensi besar negara itu sebagai pusat perdagangan dunia.

BACA JUGA:   Pemadaman Listrik Masih Berlanjut, Ini Lokasinya!

“Hari ini menandai awal yang menarik dari sebuah era baru. Pelabuhan Tuas adalah tempat kami dapat membantu mewujudkan potensi besar Singapura sebagai pusat perdagangan dunia.”

PM Lee menyempatkan diri untuk berkeliling di pelabuhan terbesar dunia tersebut untuk melihat berbagai fasilitas otomasi yang ditawarkan.

“Tuas memiliki keuntungan karena lebih dekat dengan banyak industri di Singapura barat, termasuk Distrik Inovasi Jurong, Distrik Danau Jurong, dan kawasan industri Jurong dan Tuas,” kata Lee.

Menurut dia, lebih dekat dengan pelabuhan berarti pelayanan kepelabuhanan lebih cepat dan lebih murah. “Ini berarti produksi lebih efisien, dan perputaran produk mereka lebih cepat untuk diekspor ke pasar internasional.”

BACA JUGA:   Kepri Jadi Tujuan Investasi PLTS, Pemprov Dorong Investor Bangun Industri Baterai dan SolarPanel

Melalui penggunaan teknologi artificial intelligent, Tuas Mega Port juga akan meyakinkan mitra internasional dan jalur pelayaran bahwa Singapura dapat menangani operasi yang semakin kompleks di masa depan. (Sys/straitstimes)

  • Bagikan
323 views