Batam Masih Jadi Kontributor Pertumbuhan Ekonomi Kepri

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Bank Indonesia memproyeksi ekonomi Kepri tumbuh di level 4% hingga 4,8%pada 2022 di mana Kota Batam masih menjadi penyumbang terbesar terhadap laju produk domestik regional bruto provinsi.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Kepri, dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, laju pertumbuhan PDRB Batam diproyeksi berada di level 5% hingga 5,8% (secara tahunan/Year on Year) pada 2022. Angka ekonomi Batam menyumbang 63,91% terhadap ekonomi Kepri. Ekonomi Batam tumbuh dibanding setahun sebelumnya sebesar 4,75% setelah pada tahun pandemi kontraksi minus 2,55%.

“Perbaikan ekonomi akan berlanjut seiring pandemi Covid-19 yang terkendali, progres vaksinasi yang mendorong herd immunnity sehingga mobilitas masyarakat dan barang akan meningkat, mendorong konsumsi dan aktivitas pariwisata,” ungkap Kepala Tim Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Miftachul Choiri pekan lalu dikutip dari laman Gokepri.com.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Pimpin Ratas Soal Rempang, Ini Hasilnya!

Dari data yang sama, enam kabupaten lain di Kepri diproyeksi tumbuh di kisaran level 3% hingga 4% pada 2022 setelah setahun sebelumnya tumbuh terbatas di level 0,2% hingga 2,3%.

Pada 2022 Kabupaten Karimun diproyeksi mengalami laju pertumbuhan PDRB paling rendah di level 3,06%-3,86%, setahun sebelumnya lajunya 2,37%.

Kemudian laju PDRD Kabupaten Bintan diproyeksi 3,9% -4,7%, setahun sebelumnya 0,23%. Lalu Natuna diproyeksi 3,1%-3,9%, pada 2021 0,02%. Laju PDRB Tanjungpinang pada 2022 sebesar 3,9%-4,7%, 2021 0,59%. Anambas sebesar 3,1%-3,9%, pada 2021 laju PDRB-nya sebesar 2,75%. Dan laju PDRB Lingga pada 2022 diproyeksi 3,46%-4,26%, 2021 sebesar 1,95%.

BACA JUGA:   Sistem Kelistrikan Pulih, PLN Batam Pastikan Tidak ada Pemadaman

Pertumbuhan ekonomi kompak ini membuat ekonomi Kepri tumbuh lebih tinggi di level 4,0%-4,8% dibanding 2021 yang hanya 3,43%. Namun proyeksi laju PDRB Kepri pada 2022 masih di bawah proyeksi ekonomi Indonesia yang ada di level 4,5%-5,3%.

“Dari eksternal, perbaikan ekonomi global akan mendorong permintaan ekspor dan meningkatnya realisasi investasi asing,” sebut Choiri.

Bank Indonesia menunjukkan faktor pendorong ekonomi Kepri yakni investasi, konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan peningkatan ekspor-impor. “Perbaikan ekonomi Kepri ditopang oleh perbaikan konsumei, investasi dan lapangan usaha. Meningkatnya aktivitas ekonomi global dan domestik mendorong perbaikan dua lapangan usaha di Kepri yaitu industri pengolahan dan konstruksi,” sambung Choiri.

BACA JUGA:   Dampak Gempa Cianjur, Basarnas: Korban Meninggal 162 orang, Luka-luka 326 orang

Meski laju PDRB bagus, tapi inflasi tinggi masih membayangi provinsi ini. Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahunan di Kepri bisa mencapai level 6,71% hingga 7,11%.

Angka ini jauh meningkat tiga kali lipat dibanding 2021 yang hanya 2,26%. Adapun inflasi Kepri 1,18% pada 2020 dan 2,03% pada 2019.

  • Bagikan
60 views