Bantah Relokasi Pabrik, Kadin: PHK Terjadi Karena Ekspor Merosot!

  • Bagikan
gambar ilustrasi

Regional.co.id, JAKARTA: Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang Industri (Kadin) Adi Mahfudz Wuhadji menyebutkan sampai saat ini belum ada anggotanya yang merelokasi pabrik mereka karena mencari upah yang lebih rendah.

“Belum ada (relokasi),” ujar Adi singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/11).

Menurutnya, PHK justru terjadi karena permintaan yang turun di tengah pelemahan ekonomi dunia.

“Iya (banyak PHK di sektor padat karya), terutama sektor usaha yang produksinya untuk ekspor, seperti garmen (tekstil), sepatu, otomotif dan lainnya,” imbuhnya.

Pernyataan Kadin ini sekaligus membantah tudingan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menduga PHK di sektor garmen karena sebagian pabrik relokasi ke daerah yang memiliki upah lebih rendah.

BACA JUGA:   Kilang Dumai Stop Beroperasi Hingga Pertengahan April

Dugaan ia dasarkan pada kinerja ekspor industri tekstil belakangan ini. Menurutnya, kinerja ekspor padat karya seperti tekstil masih cukup bagus.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga September 2022, ekspor produk tekstil seperti pakaian dan aksesoris rajutan tumbuh 19,4 persen. Kemudian, ekspor produk non rajutan yang tumbuh 37,5 persen.

“(Makanya) Akan kita perhatikan lebih detail fenomena relokasi dari posisi manufaktur di Indonesia, terutama dari daerah yang relatif upahnya tinggi ke daerah yang relatif upahnya rendah,” ujarnya dalam konferensi pers KSSK, Kamis (3/11).

Sebelumnya, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit juga menyebut perusahaan garmen (tekstil) dan sepatu (alas kaki) terpaksa menempuh PHK karena orderan atau pesanan berkurang.

BACA JUGA:   Momentum Kebangkitan Industri Maritim, IMOX 2022 Targetkan Transaksi US$100 Juta

Bahkan, ada pembeli yang membatalkan pesanan, meski produksi sudah dilakukan.

“Sudah produksi disuruh hold. Sehingga, PHK mulai terjadi sejak saat ini dan diperkirakan hingga 2023 mendatang,” ujarnya, Rabu (26/10).

  • Bagikan
65 views