Dilantik Jadi PM, Anwar Ibrahim Siap Pulihkan Ekonomi Malaysia

  • Bagikan

Regional.co.id, KUALALUMPUR: Raja Al Sultan Abdullah melantik Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10 setelah hampir dua puluh tahun menanti momen bersejarah tersebut.

“Saya Anwar Ibrahim telah dilantik, menerima jabatan sebagai seorang perdana menteri. Saya dengan sesungguhnya bersumpah akan dengan jujur menjalankan kewajiban-kewajiban,” ujar Anwar saat mengucapkan sumpahnya sebagai perdana menteri di Istana Negara, Kamis 24/11 pada pukul 17.00 waktu setempat.

Perdana Menteri baru Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan fokus utama dalam masa pemerintahannya adalah agenda pemulihan ekonomi. “Fokus nomor satu saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi,” tulis Anwar dalam akun resmi twitternya @anwaribrahim, yang dikutip Jumat (25/11).

BACA JUGA:   Makin Terpuruk, Resesi di Swedia Bakal Berlanjut Hingga 2024

Selain fokus pada pemulihan ekonomi Malaysia, Anwar juga berjanji tidak akan mengambil gajinya sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Saya telah memilih untuk menolak gaji (saya) sebagai perdana menteri,” kata Anwar dalam konferensi pers perdananya usai jadi PM pada Kamis malam.

Anwar Ibrahim akhirnya resmi dilantik oleh Raja Al-Sultan Abdullah menjadi perdana menteri Malaysia pada hari ini, Kamis (24/11). Ia resmi menjadi PM Malaysia setelah penantian dua dekade, tepatnya sejak pertengahan medio 1990-an.

Dalam kesempatan yang sama, Anwar juga berjanji tidak akan mengambil gajinya sebagai PM selama memimpin Negeri Jiran. “Saya telah memilih untuk menolak gaji (saya) sebagai perdana menteri,” kata Anwar.

BACA JUGA:   KTT G20 Tahun 2023 Digelar di India, Jokowi Serahkan Palu ke PM Modi

Anwar juga bakal memangkas gaji dan tunjangan bagi para menteri dalam kabinetnya.

“Ukuran kabinet pasti akan lebih kecil dan saya meminta menteri baru untuk menyetujui proposal saya untuk mengurangi gaji mereka,” ucap Anwar.

“Saya yakin para pegawai negeri sipil tahu tugas utama kita adalah meringankan beban rakyat,” paparnya menambahkan,

Pernyataan itu sesuai dengan janjinya selama kampanye. Selain melawan korupsi, salah satu janjinya saat kampanye adalah dia tidak akan mengambil satu sen pun gajinya sebagai perdana menteri jika berhasil memenangkan pemilu.

Sementara itu, ekonomi Malaysia mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,2 persen secara year on year pada kuartal III 2022. Capaian itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II 2022 sebesar 8,9 persen.

BACA JUGA:   Konflik Laut Merah Memanas, Ancaman Bagi Ekonomi Global?

Mengutip Reuters, Jumat (11/11), Gubernur Bank Negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor yang kuat.

  • Bagikan
176 views