Orang Miskin ‘Doyan’ Merokok Ketimbang Beli Makanan Bergizi

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Konsumsi rokok masih menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran rumah tangga dan kerap mengeyampingkan kebutuhan lain seperti makanan bergizi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tingginya konsumsi rokok memberikan dampak negatif yang serius bagi rumah tangga.

“[Tingginya konsumsi rokok ini] dilema bagaimana agar bisa memengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang lebih bergizi, terutama dibutuhkan oleh anak-anak, sehingga mereka bisa lebih sehat dan lebih baik,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (12/12/2022).

Dia menilai kenaikan tarif cukai rokok penting untuk menekan prevalensi atau tingkat konsumsi rokok sebab semakin banyak konsumsi rokok maka alokasi untuk belanja lainnya akan berkurang.

BACA JUGA:   Kompensasi Subsidi Untuk Pertamina dan PLN Baru Terbayar Rp104,8 Triliun

Berdasarkan data Susenas Maret 2022 Badan Pusat Statistik (BPS), rokok merupakan komponen pengeluaran rumah tangga tertinggi kedua. Di perkotaan, komponennya mencapai 12,21 persen sedangkan di pedesaan mencakup 11,63 persen.

BPS mencatat bahwa rumah tangga miskin rata-rata mengeluarkan Rp246.382 per bulan untuk belanja rokok. Padahal, uang itu dapat digunakan untuk belanja bahan pangan bergizi, sehingga kualitas rumah tangga bisa lebih baik.

Sementara itu, Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) mencatat bahwa setiap 1 persen peningkatan pengeluaran rokok akan menaikkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin hingga 6 persen.

Kenaikan tarif cukai rokok menjadi salah satu langkah dalam menekan tingkat konsumsi dan produksi rokok. Pengendalian itu penting untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:   Filianingsih Hendarta Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Presiden Joko Widodo menentukan bahwa kenaikan tarif CHT rata-rata tertimbang untuk 2023 dan 2024 adalah 10 persen dan untuk golongan sigaret kretek tangan (SKT) maksimal 5 persen.

Sri Mulyani menyatakan bahwa kebijakan kenaikan tarif cukai rokok akan berpengaruh terhadap inflasi hingga pertumbuhan ekonomi. Alasannya, kebijakan tarif cukai itu akan meningkatkan harga produk hasil tembakau, sedangkan rokok merupakan salah satu barang yang banyak dikonsumsi masyarakat.

  • Bagikan
62 views