Di tengah Ancaman Resesi, 1,6 Miliar Turis Global Tetap Liburan Tahun Depan

  • Bagikan

Regional.co.id, NEWYORK: Di tengah bayangan resesi ekonomi dan perang Rusia Ukraina pada 2023 mendatang namun tidak mengurangi niat turis bepergian. Diprediksi jumlah turis global akan mencapai 1,6 miliar orang atau melesat 30% dibandingkan 2022.

Laporan yang disusun Economist Intelligent Unit (EIU) menyebutkan peningkatan arus wisatawan 2023 melanjutkan tren positif tahun 2022 yang tumbuh 60% dibandingkan 2021. Namun demikian, pertumbuhan tersebut belum menyamai angka kunjungan turis pada masa sebelum pandemi.

Pada 2019, total kunjungan turis global mencapai 1,8 miliar orang. Angka tersebut anjlok pada 2020-2021 karena pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara dunia hingga ke level 700 juta orang.

Seiring upaya penanganan pandemi, memasuki 2022, arus wisman mulai tumbuh dengan catatan 1,2 miliar orang atau tumbuh 60% dibandingkan 2021.

BACA JUGA:   Bahas Rencana Pembukaan Akses Bagi Turis Indonesia, Retno - Vivian Bertemu di Singapura

Namun demikian, pencapaian target wisman 2023 mendatang masih dibayangi ancaman resesi akibat perang Rusia-Ukraina dan kebijakan zero-Covid di China yang kembali memberlakukan kebijakan pembatasan total.

EIU melihat kondisi masing-masing kawasan bisa berbeda, seperti Timur Tengah yang menikmati kenaikan harga minyak memacu pemulihan ekonomi yang semakin cepat. Namun kebalikannya di Eropa yang masih dibayangi krisis energi dan pangan hingga 2025, dan sebagian Asia yang sudah mulai pulih pasca pandemi.

“Turis asal China menguasai total turis global sejak sebelum pandemi, namun kini pembatasan total oleh pemerintah akan lebih panjang hingga pertengahan 2023,” tulis laporan tersebut.

Laporan tersebut memprediksi pemerintah China akan memberlakukan kebijakan pelonggaran arus keluar turis (outbound) dan pengetatan bagi turis masuk (inbound) pada 2023 mendatang. Dengan demikian, sekitar 59 juta turis China bisa berkontribusi ke negara-negara destinasi wisata.

BACA JUGA:   Tidak Ada Pembatalan Travel Bubble, Kepri Siap Sambut Turis Asing

Angka tersebut masih sepertiga dibandingkan jumlah turis China sebelum pandemi yang mencapai 155 juta orang. Menurunnya jumlah tersebut berdampak terhadap kunjungan turis ke Thailand, Hongkong, dan sebagian Eropa serta AS.

Sementara itu Tourism Authority of Thailand memprediksi kunjungan turis ke negaranya melonjak hingga 18 juta orang pada 2023 mendatang. Mayoritas ditargetkan berasal dari China, India, dan Malaysia.

Begitu juga Malaysia memasang target kunjungan wisman sebanyak 23 juta orang pada 2023. Sampai Juli 2022 lalu, kunjungan wisman hanya mencapai 3,2 juta orang atau jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi sebanyak 26 juta turis.

BACA JUGA:   Bantuan Insentif Untuk Pelaku Pariwisata Batal Disalurkan, Fadjar: Kami Mohon Maaf!

Belanja Turis

Sementara itu EIU memprediksi belanjan turis global pada 2023 mendatang bakal tembus US$1.300 miliar dan akan memberi dampak positif bagi industri terkait seperti perhotelan, restoran, maskapai penerbangan, dan lainnya di negara tujuan wisata.

Bagi industri penerbangan, membaiknya arus wisman tahun depan akan menekan kerugian selama masa pandemi lalu. International Air Transport Association (IATA) mencatat total kerugian maskapai global tembus US$180 miliar selama periode pandemi 2020-2021.

Malaysia menargetkan pendapatan belanja turis tahun 2023 mendatang sebesar RM46,7 miliar sedangkan Thailand memasang target pendapatan turis sebesar 970 miliar Baht.

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia bakal tembus 7,4 juta orang pada 2023 dengan proyeksi belanja turis mencapai US$5,95 miliar.

  • Bagikan
95 views