Menguak Misteri Blackout 1 Januari

  • Bagikan

Kembang api menyambut pergantian tahun baru saja usai. Ribuan warga Batam yang larut dalam kegembiraan pesta Tahun Baru pun sudah kembali kerumah masing-masing.

Suasana di ruang kontrol sistem pembangkitan PLN Batam juga tidak ada tanda-tanda yang aneh. Posisi daya terpasang seluruh pembangkit masih di posisi sangat aman yaitu 565 megawatt (MW).

Posisi beban puncak hingga pukul 3 dini hari tanggal 1 Januari 2023 jauh dibawah kapasitas yaitu 350 MW. Seharusnya, hari pertama 2023 berjalan lancar tanpa ada gangguan berarti.

Tiba-tiba suasana berubah mencekam, tepat pukul 4 subuh, seluruh sistem pembangkitan lumpuh total. Batam gelap gulita termasuk Pulau Bintan yang mendapat pasokan listrik melalui jaringan interkoneksi.

Data neraca daya pada situs PLN Batam menunjukkan grafik daya bahkan menyentuh titik nol, dan itu terjadi selama enam jam (lihat grafik statistik neraca daya).

Neraca Daya Sistem Batam, dikutip pada 1 Januari 2023 (sumber: ldc.plnbatam.com)

Selama itu pula seluruh sumberdaya PT Pelayanan Listrik Nasional Batam dikerahkan untuk mencari penyebab kelumpuhan sistem. Tepat pukul 9, secara bertahap sistem kelistrikan mulai pulih.

Satu persatu pembangkit mulai aktif walau belum seluruhnya masuk dalam sistem. Sekitar pukul 12.30, listrik di Pulau Batam kembali menyala. Namun masalah belum selesai!

Daya mampu pembangkit belum sepenuhnya mampu menutupi beban puncak yang perlahan naik. Pada pukul 7 malam hingga dini hari pada 1 Januari, konsumsi listrik bahkan lebih tinggi (400 MW) dari daya mampu pembangkit (366 MW) sehingga terjadi ketidakseimbangan.

Keterangan tertulis PT PLN Batam yang mengutip pernyataan Corporate Secretary Hamidi Hamid tidak menyebutkan secara jelas penyebab kelumpuhan sistem pada subuh tanggal 1 Januari 2023.

Hamidi menyebut pemadaman terjadi karena adanya gangguan di 11 gardu induk di Batam dan 5 gardu induk di Bintan. PLN Batam telah berhasil melakukan pemulihan kembali sistem kelistrikan. Pemulihan listrik dilakukan dari sisi pembangkit hingga distribusi listrik ke pelanggan yang terdampak.

BACA JUGA:   The Giants in Malaka Straits

“Terkait penyebab gangguan, PLN Batam masih melakukan asesmen menyeluruh untuk memastikan penyebab dan sekaligus menjadi inisiatif koreksi, serta antisipasi ke depan agar sistem kelistrikan semakin andal,” ujarnya.

Hamidi juga menambahkan dalam penanganan gangguan yang berujung pada pemadaman itu, pihaknya telah melakukan segala bentuk antisipasi, termasuk berkoordinasi secara intens dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memantau potensi cuaca ekstrem.

“Dengan kolaborasi ini, kurang dari 12 jam kita berhasil menyalurkan listrik kembali kepada seluruh masyarakat. Secara bertahap, PLN juga mulai mengalirkan listrik ke pelanggan-pelanggan besar, khususnya di sektor bisnis dan industri,” tambahnya.

Benarkah gangguan 16 gardu induk di Batam – Bintan itu yang menyebabkan lumpuhnya produksi daya 565 MW pada jam 4 subuh kemarin?

Jika dikaitkan dengan kondisi cuaca pada malam pergantian tahun, info dari laman BMKG pada tanggal 31 Desember 2022, cuaca Batam relatif cerah sejak pagi hingga malam.

Apel Siaga

Pada 23 Desember 2022 lalu, PT Pelayanan Listrik Nasional Batam menggelar apel siaga dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Walikota Batam Muhammad Rudi menjadi inspektur upacara dan dihadiri oleh seluruh pejabat Forkopinda Batam.

Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, menyampaikan, dalam apel siaga Kelistrikan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 ini, bright PLN Batam menyiapkan petugas, armada, peralatan hingga posko.

“Sebaran lokasi pengamanan yakni 17 gereja, 8 kantor instansi militer, 6 kantor pemerintah dan BUMN, 3 pusat keramaian, 13 rumah sakit, 50 hotel dan tempat wisata, bandara dan 7 pelabuhan,” katanya.

Sementara Walikota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, kebutuhan listrik saat Natal dan Tahun Baru sangat penting untuk kenyamanan warga Batam.

BACA JUGA:   Menyorot Kelanjutan Investasi Solar Energy di Provinsi Kepulauan Riau

Tak hanya untuk masyarakat, kebutuhan listrik juga penting untuk dunia investasi. Kebutuhan listrik menjadi salah satu penunjang kelancaran para pengusaha.

Saat memimpin Apel Muhammad Rudi mengingatkan agar jangan ada pemadaman listrik menjelang Natal dan Tahun Baru.

Secara umum, pelayanan PT PLN Batam cukup berhasil menjaga pasokan listrik selama Nataru. Tidak ada pemadaman dilakukan sejak 23 hingga 31 Desember 2022. Ibadah di Malam Natal tanggal 25 Desember juga berjalan khidmat tanpa gangguan pemadaman.

Neraca Daya

PT b’right PLN Batam memiliki kapasitas terpasang kurang lebih 565 MW dan daya mampu kurang lebih 554 MW dengan beban puncak Batam-Bintan 519 MW.

Sebesar 80% suplai listrik berasal dari pembangkit tenaga gas, sedangkan pembangkit uap berkontribusi sebesar 18%, dan sisanya masih mengandalkan dari pembangkit diesel sebagai cadangan.

Pembangkit PLN Batam terdiri dari dua sumber, yaitu pembangkit sendiri yang mayoritas merupakan pembangkit tenaga diesel (PLTD) yang tersebesar di Baloi, Batu Ampar, Sekupang, dan Tanjung Sengkuang dengan total produksi 27 MW.

Sedangkan pembangkit milik mitra yang disebut dengan independent power producer (IPP) terdiri dari PLTG dan PLTGU Tanjung Uncang masing-masing berkapasitas 70 MW dan 120 MW, PLTG-PLTMG-PLTGU Panaran kapasitas 171 MW, PLTMG Baloi 30 MW, dan PLTU Kasam 102 MW.

PLN Batam menetapkan cadangan sebesar 6,3% atau total produksi daya, dan panjang kabel interkoneksi yang menghubungkan transmisi Batam-Bintan sepanjang 183 km.

Jumlah gardu induk di sistem kelistrikan yang disinyalir sebagai biang pemadaman ada sebanyak 16 gardu terdiri dari 11 gardu di Batam dan 5 gardu di Bintan.

BACA JUGA:   Batam Surga Narkoba?

Rentan Masalah

Baik PLTG maupun PLTU, keduanya mengandalkan turbin yang berfungsi mengubah energi kinetik gas panas atau uap air menjadi energi mekanik yang memutar generator untuk menghasilkan listrik.

Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Efendi, yang baru dikukuhkan sebagai Profesor Riset bidang Metalurgi pada 2021 lalu, mengatakan turbin gas dan turbin uap beroperasi pada kondisi yang ekstrem, dengan beban mekanik tinggi dan lingkungan suhu tinggi yang korosif.

Hal ini menyebabkan terjadinya kegagalan pada sistem turbin, terutama pada komponen suhu turbin yang merupakan komponen paling kritikal seperti deformasi creep, kelelahan logam (fatigue), korosi panas (hot corrosion), dan pemanasan berlebih (overheating) sangat mungkin terjadi.

Namun, apakah kegagalan sistem kerja turbin menjadi penyebab terhentinya kerja pembangkit PLTG dan PLTU di Batam pada 1 Januari dini hari kemarin?

Kalaupun iya, bisa dikatakan tidak pernah terjadi kasus terhentinya kerja turbin pada PLTG dan PLTU pada saat dan waktu yang bersamaan. Kalaupun tidak, lantas apa penyebabnya?

PLN Batam masih terus melakukan analisis dan evaluasi terhadap seluruh sistem kelistrikan. Pada 2 Januari, pemadaman bergilir masih berlanjut karena belum semua pembangkit yang terkoneksi dalam sistem transmisi.

Hari ini (02/01) pemadaman merata di seluruh wilayah Pulau Batam. Mulai dari Batu Ampar, Pelita, Seraya, Nagoya, Tiban, Tanjung Uncang, Sagulung, Tembesi, Batu Aji, Batam Centre, Belian, dan Dotamana terkena giliran.

Diperkirakan masih terus berlanjut hingga Selasa (03/01) hingga sistem benar-benar pulih dan kembali seperti sedia kala.

Kejadian blackout pada 1 Januari kemarin masih jadi misteri. Semoga ada penjelasan yang komprehensif dari pihak PLN Batam.


Penulis: Dr. Suyono Saputro | Dosen Fakultas Ekonomi Universitasi Internasional Batam

  • Bagikan
671 views