Lawatan Ke Indonesia, PM Malaysia Bawa Komitmen Investasi di IKN

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tiba di Indonesia, Minggu (8/1). Ini menjadi kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia, sejak dinobatkan sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru pada 22 Desember 2022.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia, setelah tiba hari ini, PM Malaysia Anwar Ibrahim mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Senin (9/1/2023).

Sejumlah menteri, di antaranya Menteri Luar Negeri Zambry Abdul Kadir, serta Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz, mendampingi Anwar Ibrahim.

Saat pertemuan di Istana Bogor, PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi dijadwalkan menyaksikan penyerahan 11 letter of intent (LoI) dari perusahaan Malaysia yang akan berinvestasi dalam pengembangan IKN Nusantara. Penyerahan 11 LoI tersebut dilakukan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia kepada Kepala Otoritas IKN Nusantara Bambang Susantono.

BACA JUGA:   Presiden Zelensky Sambut Jokowi di Istana Marinsky Ukraina

Selain penyerahan 11 LoI partisipasi Malaysia dalam IKN Nusantara, kedua kepala pemerintahan juga menyaksikan penandatanganan delapan MoU antara sektor swasta Malaysia dan Indonesia. Nilai MoU diperkirakan 1,16 miliar ringgit Malaysia, atau setara Rp 4,11 triliun.

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim direncanakan membahas sejumlah isu regional dan internasional. Isu dimaksud antara lain situasi di Myanmar, upaya bersama mengatasi diskriminasi minyak sawit di mana Indonesia dan Malaysia merupakan eksportir terbesar minyak sawit.

Dalam kunjungan perdananya ke Indonesia setelah dilantik sebagai PM Malaysia pada November tahun lalu, Anwar Ibrahim juga akan menyampaikan kuliah umum tentang “Hubungan Strategis Malaysia-Indonesia” serta menghadiri pertemuan dengan diaspora Malaysia di Jakarta.

BACA JUGA:   Rishi Sunak, Kandidat Kuat Jadi PM Inggris Pengganti Truss

Pada 2021, Indonesia adalah mitra dagang global terbesar ke-7 di Malaysia, dengan nilai perdagangan mencapai 95,31 miliar ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 337,806 triliun.

Pada 2022, sepanjang periode Januari-November, Indonesia naik peringkat menjadi mitra dagang terbesar ke-6 di Malaysia. Total nilai perdagangan meningkat 41,7% menjadi 120,26 miliar ringgit Malaysia, atau setara Rp 427 triliun.

  • Bagikan
79 views