Proyek Johor-Singapore RTS Diperkirakan Beroperasi Pada 2026

  • Bagikan
The Johor Baru-Singapore Rapid Transit System (RTS) Link project has already surpassed 20% progress and is on track to meet its completion by Dec 31, 2026. — THOMAS YONG/The Star

Regional.co.id, JOHOR BAHRU: Proyek Johor Bahru-Singapore Rapid Transit System (RTS) diperkiraan mulai beroperasi pada akhir 2026 setelah menteri luar negeri kedua negara mencatat kemajuan pembangunan proyek rel lintas batas tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (16/1) setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Singapura Dr Vivian Balakrishnan dan mitranya dari Malaysia Zambry Abdul Kadir, Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengatakan pelaksanaan proyek JB-Singapore RTS berjalan sesuai jadwal.

Dr Balakrishnan sedang dalam kunjungan empat hari ke Malaysia – kunjungan resmi pertamanya ke negara itu sejak Anwar Ibrahim diangkat menjadi Perdana Menteri ke-10 Malaysia pada November tahun lalu.

BACA JUGA:   Kantor Staf Presiden Tanggapi Pernyataan Mahathir, Jaleswari: Itu Sebagai Pribadi atau Pemerintah?

“Kami mencatat ada progress dalam kelanjutan proyek JB-Singapore RTS ini dan diperkirakan mulai beroperasi pada 2026 mendatang,” ujar Balakrishnan.

RTS Link bertujuan untuk menghubungkan Bukit Chagar di kota Johor Bahru ke Woodlands di Singapura, melayani sekitar 10.000 penumpang per jam sekali jalan untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Causeway.

Terowongan RTS Link akan terhubung ke jembatan yang berada 25 meter di atas Selat Johor, menjembatani stasiun Woodlands North di Singapura ke stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru.

Desember lalu, kepala eksekutif Mass Rapid Transit Corp Malaysia Mohd Zarif Hashim mengatakan kepada media lokal bahwa proyek tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan pemerintahan setelah pemilihan umum 2022, dan konstruksi berjalan sesuai jadwal.

BACA JUGA:   Target 11 Juta TEUs, PTP Incar Posisi 15 Pelabuhan Besar Dunia

“Proyek ini merupakan komitmen dari pemerintah, sebagai negara kita harus mengerjakannya. Proyek ini juga sudah setengah jalan dengan semua lahan sudah dibeli,” ujarnya seperti dikutip koran The Star.
MRT Corp adalah pengembang dan pemilik infrastruktur sipil untuk proyek rel bagian Malaysia.

Proyek RTS JB-Singapura awalnya dijadwalkan selesai pada tahun 2024, dengan pemerintah Malaysia dan Singapura menandatangani perjanjian bilateral untuk membangun hubungan tersebut pada tahun 2018.

Namun proyek itu beberapa kali ditangguhkan setelah pemerintah koalisi Pakatan Harapan berkuasa di Malaysia pada 2018.

Proyek tersebut secara resmi dilanjutkan pada Juli 2020, dengan upacara bilateral yang diadakan di Causeway untuk menandai kesempatan tersebut. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan mitranya dari Malaysia saat itu Muhyiddin Yassin juga hadir.

BACA JUGA:   Singapura Berlakukan VTL Jalur Laut Dari Batam-Bintan Mulai 25 Februari

Proyek ini diperkirakan menelan biaya RM10 miliar (S$3,25 miliar), dengan Singapura menanggung 61 persen dari biaya tersebut.

  • Bagikan
330 views