Imbas Resesi Global, PHK di Sektor Teknologi Tembus 200.000 orang

  • Bagikan

Regional.co.id, CALIFORNIA: Resesi yang melanda Amerika Serikat mulai dirasakan oleh sektor teknologi. Menurut data terakhir, hampir 200.000 pekerja di sektor tersebut telah di-PHK selama kurun waktu 2022 hingga awal 2023 ini.

Survei yang dilakukan Layoffs.fyi, sebuah situs pelacak PHK di sektor teknologi, menyebutkan total PHK dari empat perusahaan teknologi yang berbasis di Silicon Valley yaitu Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft telah mencapai 50.000 orang.

“Selama pandemi lalu, perusahaan teknologi seperti bersaing mendapatkan para insinyur perangkat lunak dengan jaminan tunjangan besar kepada karyawan baru. Saat keuntungan melonjak, para eksekutif bertindak seolah pesta tidak akan pernah berakhir,” tulis laporan tersebut.

BACA JUGA:   Oppo Find X5 Pro Rilis di Indonesia, Simak Spesifikasinya!

Kendati telah melakukan pengurangan karyawan yang signifikan, perusahaan teknologi terbesar masih menjadi raksasa. Mereka tumbuh sangat besar selama pandemi, menambah puluhan ribu pekerja. PHK yang diumumkan dalam beberapa minggu terakhir membalikkan sebagian kecil dari perekrutan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam mengumumkan PHK kepada karyawan, para eksekutif secara khusus menyampaikan permintaan maaf , mengungkapkan penyesalan tentang ekspansi yang terlalu bersemangat dan perekrutan yang cepat.

Para eksekutif menunjuk pada faktor ekonomi, yang diperburuk oleh inflasi dan kenaikan suku bunga. Tetapi mereka juga mengakui bahwa mereka mempekerjakan secara berlebihan, salah membaca daya tahan percepatan pandemi dalam pertumbuhan layanan online.

BACA JUGA:   Harga Saham Melejit, Market Value Tesla Tembus US$1 Triliun

Layoff mencatat perusahaan Amazon Inc, induk perusahaan e-commerce global, mempekerjakan 1,5 juta karyawan dan mengurangi hanya 1,2% pekerja atau 18.000 orang sejak 4 Januari.

Berikutnya, Alphabet Inc., induk perusahaan Google, telah memberhentikan 12.000 karyawan atau 6,4% dari 186.779 karyawan yang mereka miliki.

Sementara itu, Meta Inc, induk perusahaan Facebook, telah memecat 11.000 karyawan atau 12,6% dari 87.000 karyawan yang ada. Sedangkan Microsoft, telah mem-PHK 10.000 pekerjanya atau 4,5% dari 221.000 karyawan.

Selain empat perusahaan raksasa teknologi tersebut, belasan perusahaan teknologi lain juga melakukan hal yang sama sebagai imbas dari menurunnya perekonomian Amerika Serikat dan global.

BACA JUGA:   Virgin Hyperloop Rilis Video Konsep Pertama

Salesforce Inc, perusahaan perangkat lunak berbasis cloud, telah mengurangi 10% karyawannya atau sekitar 8.000 orang di PHK. Kemudian Coinbase, platform perdagangan crypthocurrency telah mengurangi 950 orang pekerjanya.

Stripe, sebuah perusahaan jasa layanan pembayaran, mem-PHK 1.000 orang sejak awal tahun, diikuti Shopify yang memberhentikan 1.000 karyawan.

Spotify, sebuah perusahaan layanan musik streaming, juga telah memberhentikan 400 orang pekerjanya atau 6% dari total 6.600 karyawan.

  • Bagikan
28 views