Antisipasi Kemacetan, Jokowi Dorong Pemda Bangun Moda Transportasi Berbasis Rel

  • Bagikan

Regional.co.id, MEDAN: Presiden Joko Widodo mendorong pemerintah daerah untuk mulai memikirkan moda transportasi berbasis rel sebagai upaya mengatasi kemacetan pada masa datang.

Presiden berharap, kota-kota lainnya di luar Jakarta harus mulai membangun sarana dan prasarana transportasi massal. Beberapa opsi diantaranya adanya moda transportasi berbasis rel, seperti LRT, MRT hingga bus BRT.

“Harus mulai berpikir ke arah membangun LRT, MRT, BRT, dan moda transportasi lainnya. Kalau tidak, akan keduluan macet, jalan tidak bisa dilebarkan, dan masyarakat sangat tergantung dengan kendaraan pribadi,” tuturnya.

Saat ini di Indonesia, hanya Provinsi DKI Jakarta yang berbenah secara masif dalam penyediaan moda transportasi darat berbasis rel yaitu jenis MRT. Moda bernama Jak Lingko ini sudah mulai beroperasi sejak 2019 dan menjadi andalan masyarakat perkotaan.

BACA JUGA:   Rencana Penggabungan Bandara Jadi Satu Operator, Ini Bocorannya!

Selain Jakarta, ada Palembang yang telah mengoperasikan LRT sejak 2018 saat bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Pada kesempatan itu, Presiden meresmikan 2 terminal Tipe A di Sumatera Utara yakni Terminal Tipe A Amplas di kota Medan dan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir di kota Pematang Siantar. Peresmian kedua terminal tersebut, dilakukan di Terminal Tipe A Amplas, Medan, Kamis (9/2).

Presiden mengungkapkan, masalah kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan kota lainnya menjadi perhatian utama pemerintah. Untuk itu, pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi seperti terminal tipe A harus terus dilakukan agar fasilitasnya semakin baik, sehingga masyarakat semakin nyaman untuk menggunakannya.

BACA JUGA:   Duh! Lion Air dan Wings Air Dinobatkan Sebagai Maskapai Terburuk di Dunia

 “Terminal harus bersih, nyaman. Kalau kotor, banyak preman, siapa yang mau naik bus,” kata dia mengutip keterangan resmi, Kamis (9/2/2023). 

Jokowi mengatakan, dengan beroperasinya kedua terminal ini diharapkan menumbuhkan budaya menggunakan angkutan massal, seperti bus. “Kita harapkan setelah beroperasi, betul-betul dapat memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Kepala Negara.

LRT Batam

Himbauan Presiden Jokowi tersebut sebenarnya sudah diantisipasi oleh Badan Pengusahaan Batam yang telah merencanakan pembangunan light rapid transit (LRT) di Kota Batam sejak beberapa tahun lalu. Instansi tersebut bekerjasama dengan Bappenas dalam menyusun studi kelayakan proyek.

Baru-baru ini, M. Rudi, Kepala BP Batam menegaskan bahwa rencana tersebut akan segera diwujudkan pada 2024 mendatang setelah ada kepastian investor yang akan membangun proyek tersebut.

BACA JUGA:   Booster Jadi Syarat Penerbangan, Anda Bisa Vaksin Di Bandara

“Investornya dari Singapura dan Malaysia, disainnya juga sudah ada, dan tinggal jalan,” ujarnya.

Proyek LRT Batam direncanakan dibangun dua rute yaitu rute Batam Centre – Sekupang, dan rute Hang Nadim – Batu Ampar. Total biaya dibutuhkan mencapai Rp12,4 triliun.

Namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda kapan tender internasional dibuat untuk proyek tersebut. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan belum ada yang berkomentar.

  • Bagikan
55 views