DPR-Kemenag Sepakat Biaya Haji Sebesar Rp49,8 Juta

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Rapat antara Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Kementerian Agama (Kemenag) berjalan alot dan panjang sebelum akhirnya diputuskan Bipih atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata sebesar Rp 49,8 juta.

Sebelumnya, Kemenag mengusulkan Biaya Perjalanan Haji (Bipih) tahun ini naik menjadi Rp 69,2 juta sehingga Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi Rp 98,8 juta.

“Bipih atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji rata-rata per jemaah sebesar Rp 49,8 juta atau 55,3%, meliputi biaya penerbangan, biaya hidup (living cost dan sebagian biaya paket layanan masyair,” ungkap Ketua Panja Biaya Haji Marwan Dasopang saat membacakan kesimpulan rapat, Rabu (15/2/2023).

Bipih dan BPIH yang lebih rendah ini dimungkinkan karena adanya efisiensi di sejumlah pos kegiatan haji, termasuk akomodasi dan asuransi.

BACA JUGA:   MK Juga Tolak Gugatan Pilpres Dari Paslon Ganjar-Mahfud

Kemudian, adanya efisiensi biaya konsumsi, dimana semula konsumsi diberikan sebanyak 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari.

Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis menjelaskan turunnya biaya Bipih ini tidak hanya dikarenakan adanya pengurangan jumlah konsumsi harian jemaah haji, melainkan juga pemangkasan living cost yang dipangkas hingga 50%.

“Bahwa sama-sama kita ketahui, turunnya Bipih tersebut adalah sebagian besar dikarenakan turunnya komponen-komponen atau fasilitas-fasilitas yang tadinya kita berikan kepada calon jemaah haji,” jelasnya.

“Seperti makan yang biasanya 3 kali sehari sekarang kita berikan 2 kali sehari. Living cost yang biasanya kita berikan 1500 real sekarang kita berikan 750 real,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Real Count KPU Sementara: Anies 24,53%, Prabowo 55.95%, Ganjar 19,52%

Dengan demikian, DPR dan Kemenag memutuskan lama masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi adalah 40 hari, dengan makan di Madinah sebanyak 18 kali dan Makkah sebanyak 44 kali, termasuk 4 kali pada dua hari menjelang Armuzna.

Adapun, besaran Bipih Rp 49,8 juta diusulkan dari Kemenag. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengungkapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bisa diturunkan menjadi Rp 90 juta atau lebih rendah dari usulan sebelumnya yang sebesar Rp 98,8 juta.

Dengan demikian, masyarakat hanya perlu membayar sebesar Rp 49,8 juta, lebih kecil dari yang sebelumnya Rp 69 juta. Sementara sisanya akan ditutup oleh nilai manfaat.

BACA JUGA:   Mario Dandy Yang Bikin Ulah, Rafael Alun yang 'Babak Belur'

“Biaya BPIH yang dirumuskan oleh pemerintah adalah Rp 90.050.637,26 demikian hasil kajian yang dilakukan pemerintah,” ungkap Hilman dalam rapat, Rabu (15/2/2023)

“BIPIH Insya Allah kami melihat bahwa jemaah melunasi BIPIH tahun ini Rp 49.812.700,26 atau Rp 55,3% dan nilai manfaat Rp 40.237.937 atau 44,7%,” jelasnya.

Hal lain yang turut diputuskan adalah jemaah haji lunas tunda 2020 sebanyak 84.609 jemaah yang diberangkatkan pada tahun 2023 tidak dibebankan tambahan biaya pelunasan.

Sementara haji lunas tunda 2022 yang sebesar 9.864 jemaah dibebankan tambahan biaya pelunasan sebesar Rp 9,4 juta dan jemaah 2023 sebanyak 106.590 jemaah dibebankan biaya tambahan pelunasan Rp 23,5 juta.

  • Bagikan
74 views