Jembatan Batam-Bintan Diperkirakan Mulai Dibangun Akhir Juni 2024

  • Bagikan
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad

Regional.co.id, TANJUNG PINANG: Proses pembangunan Jembatan Batam-Bintan khusus ruas Batam – Tanjung Sauh sepanjang 2,1 kilometer diperkirakan akan dimulai pada akhir Juni 2024 mendatang dengan menggunakan skema pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$300 juta.

Gubernur Kepulauan Ria Ansar Ahmad mengatakan proses pelelangan pembangunan jembatan yang akan dibiayai oleh AIIB, yakni dari landing point Batam hingga Pulau Tanjung Sauh tinggal menunggu selesainya soil investigation atau penyelidikan tanah di 16 titik dengan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR.

“Kemarin kita bahas lagi. Karena memang membahasnya beberapa kali. Kementerian PUPR dan tim kita dan AIIB. Satu persatu dibahas secara detail, karena ini menyangkut proyek besar, sehingga dihindari betul adanya dispute dalam pelaksanaannya. Sekaligus menyusun timeline kerjanya,” kata Gubernur Ansar.

Dalam rangka persiapan pembangunan jembatan Batam – Bintan (pada sisi Kabil – Tanjung Sauh), Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melakukan penandatanganan secara parsial Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian PUPR RI, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA:   Segera Pensiun Dini, PLTU 700 MW Milik PLN Beralih ke PT BA

“Mudah-mudahan diakhir tahun 2023 atau awal tahun 2024 landing point Batam Tanjung Sauh sudah bisa dilelang. Karena itu, loan pemerintah yang akan dibiayai oleh AIIB dan sisanya nanti melalui skema KPBU,” kata Ansar.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, lanjut Ansar, Pemprov Kepri berfokus pada urusan penyerahan lahan di sisi Tanjung Sauh, Pulau Buau dan Landing Point Pulau Bintan nantinya. Sedangkan pada landing point Pulau Batam akan diserahkan melalui BP Batam.

“Saat ini proses pembebasan lahan ada 7 sertifikat yang masih dalam proses penyelesaian di BPN. Semua proses konsinyasi di pengadilan telah selesai. Kalau semua sudah rampung, lahan akan kita serahkan sekaligus kepada Kementerian PUPR,” ucapnya.

Untuk memastikan kelayakan teknis desain jembatan khususnya pada penyelidikan tanah (soil investigation), pada 2023 Kementerian PUPR akan mengalokasikan anggaran sebesar lebih kurang Rp 50 miliar, untuk penyelesaian kekurangan penyelidikan tanah sebanyak 16 titik untuk Jembatan sisi Pulau Batam – Tanjung Sauh, serta melengkapi dokumen DED yang telah diperbarui , dan 2 titik untuk Jembatan Tanjung Sauh – Bintan dengan skema KPBU.

BACA JUGA:   Jembatan Batam Bintan Masuk Tahap Transaksi, PUPR Undang Investor Dengan Skema KPBU

Dimana Proses penandatanganan kontrak kerja soil investigation ini direncanakan pada bulan Februari 2023 dan diharapkan selesai paling lambat bulan September 2023.

Sedangkan komponen proyek yang diusulkan dan perkiraan biaya yang direncanakan untuk proyek pembangunan Jembatan Batam – Bintan khususnya pada ruas Batam-Tanjung Sauh sebesar USD 300 juta melalui pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), ini terdiri dari 3 komponen.

Komponen pertama, yaitu Pekerjaan Konstruksi dengan nilai perkiraan USD 236,88 juta, atau setara dengan lebih kurang Rp 3,695 Triliun termasuk pekerjaan persiapan jembatan dan jalan pendekat.

Kemudian komponen Jasa Konsultasi Pengawasan Konstruksi dengan nilai perkiraan USD 11,84 juta atau setara dengan lebih kurang Rp 184 miliar untuk membiayai konsultan pengawasan konstruksi dan yang terakhir komponen Project Management Consultancy Service dengan nilai USD 1,38 juta atau setara dengan lebih kurang Rp 21,52 miliar untuk membiayai konsultan manajemen proyek.

BACA JUGA:   Tetap Bangun 200 PLTU Baru, Asia Jadi Sorotan KTT Iklim COP26

Perjanjian kerja sama antara Kementerian PUPR, Pemprov Kepri dan AIIB ini menghasilkan timeline antara lain Penilaian Proyek yang diperkirakan pada Kuartal ke 4-2023, Kriteria dan Pengajuan Kesiapan yang telah diperbarui diperkirakan pertengahan Kuartal ke 4-2023, dan Penerbitan Daftar Kegiatan diperkirakan Kuartal ke 1-2024.

Kemudian Negosiasi Pinjaman diperkirakan akhir Kuartal ke 1 Tahun 2024, Persetujuan Dewan diperkirakan awal Kuartal ke 2 Tahun 2024 dan terakhir Penandatanganan Pinjaman diperkirakan selambat-lambatnya akhir Kuartal ke 2 Tahun 2024.

Total panjang jembatan direncanakan mencapai 7,1 kilometer yang terdiri dari ruas Batam – Tanjung Sauh sepanjang 2,1 km, Tanjung Sauh- Buau 4,1 km, dan Buau – Bintan 0,9 km, sementara panjang jalan yang menghubungkan jembatan sekitar 7 km. Sehingga total jaringan jalan jembatan pada proyek tersebut mencapai 14 km.

  • Bagikan
112 views