Ekspansi Data Centre di KEK Nongsa Batam, Princeton Digital Kucurkan Investasi Rp15,2 Triliun

  • Bagikan
Tangkapan layar disain lokasi Princeton Digital Group di KEK Nongsa, Batam

Regional.co.id, SINGAPURA: Princeton Digital Group (PDG), penyedia pusat data terkemuka di Asia, mengumumkan rencana ekspansi pembangunan pusat data berkapasitas 96 megawatt di KEK Nongsa Digital Park, Batam.

Strategi SG+ tersebut akan memungkinkan pelanggan memperluas infrastruktur mereka dengan lancar dari Singapura ke kampus pusat data yang sangat skalabel di Singapura, Batam, dan Johor.

Pengumuman data centre PDG di Batam adalah bagian pertama dari strategi perusahaan dalam pengembangan lokasi pusat data di Batam dan Johor sebagai perluasan dari operasi perusahaan di Singapura.

Rencana investasi awal mencapai US$1 miliar atau setara Rp15,2 triliun, kampus ini akan dibangun di atas tanah seluas 15 hektar di Batam dan akan terdiri dari empat gedung dengan kapasitas masing-masing hingga 24 MW. Daya dijamin sepenuhnya untuk seluruh kapasitas 96 MW.

“Sebagai operator pusat data Pan-Asia yang berkantor pusat di Singapura, PDG berada di garis depan dalam memungkinkan pelanggan untuk terus memanfaatkan serangkaian karakteristik unik yang telah menjadikan Singapura sebagai pusat yang sukses di kawasan ini. Strategi SG+ kami ditujukan untuk menyediakan roadmap pertumbuhan infrastruktur yang lancar bagi pelanggan kami,” kata Rangu Salgame, Chairman and CEO Princeton Digital Group.

BACA JUGA:   Blackout Sumatera, Penyebab Pemadaman Belum Diketahui!

Menurut dia, kampus pusat data baru di Batam akan memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan dan memantapkan kehadiran PDG yang sudah kuat di seluruh wilayah di China, Singapura, India, Indonesia, dan Jepang.

Untuk Indonesia, pusat data di Batam akan menjadi yang keempat setelah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru dengan total kampus pusat data sebanyak tujuh unit.

Batam adalah sebuah pulau di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia, hanya 20 km selatan Singapura. Kampus PDG terletak di dalam Nongsa Digital Park (NDP), sebuah taman digital terintegrasi di Nongsa di ujung Timur Laut Batam.

Pada Juni 2021, Pemerintah Indonesia menetapkan Nongsa sebagai Kawasan Ekonomi Khusus untuk ekonomi digital dan pariwisata. Nongsa dan Batam digambarkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo sebagai “jembatan digital” antara Singapura dan Indonesia, karena permintaan akan talenta teknologi, listrik berkelanjutan, lahan untuk mengembangkan pusat data, dan kapasitas terus meningkat.

BACA JUGA:   Unjuk Rasa Warga Rempang, Tolak Penggusuran Untuk Proyek Tomy Winata

“Dampak iklim dari transformasi digital telah mengubah cara kami mengembangkan dan mengoperasikan pusat data kami. PDG bertujuan untuk membangun pusat data ramah lingkungan generasi mendatang yang terbaik di kelasnya,” ujar Asher Ling, Managing Director PDG Singapore.

Selain itu, lanjut dia, perusahaan akan bekerja sama dengan mitra dan regulator lokal untuk menggabungkan inisiatif energi berkelanjutan dan terbarukan untuk menggerakkan pusat data di Batam.

Perusahaan juga sedang menjajaki solusi pusat data tropis sebagai bagian dari peta jalan ESG strategis untuk mencapai sasaran net-zero emission.

“Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan bagi pengembang pusat data karena kami mengembangkan standar baru dan membuat tolok ukur dalam keberlanjutan.” papar Asher.

Keberlanjutan adalah fokus bisnis inti untuk PDG. Strategi keberlanjutan perusahaan didorong oleh pengadaan energi terbarukan, efisiensi energi dan sumber daya, desain dan konstruksi hijau serta teknologi dan inovasi. Pada kuartal kedua tahun 2023, perusahaan akan merilis Sustainability Report edisi kedua.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kapasitas Hingga 6,7 Juta TEUs, Batu Ampar butuh US$1,12 Miliar

“Investasi PDG ke Nongsa menggarisbawahi peluang pertumbuhan yang ditawarkan Asia Tenggara kepada perusahaan. Infrastruktur yang tangguh, andal, dan stabil adalah pendukung utama dalam ekonomi digital, dan ekspansi terbaru PDG di Nongsa akan meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan digital yang terus berkembang yang ingin berekspansi di kawasan ini,” kata Herman Loh, Vice-President & Head, Regional Partnership, Singapore Economic Development Board.

Berkantor pusat di Singapura, PDG adalah pemimpin di pasar hyperscaler Asia. Perusahaan meluncurkan pusat data 48 MW di Mumbai pada Desember 2022 dan berkembang pesat di Asia dengan total kapasitas 600 MW di seluruh portofolio 20 pusat data di lima pasar utama. Pusat data 100 MW di Saitama, Tokyo, dijadwalkan selesai pada tahun 2024.

  • Bagikan
105 views