Bukan di Indonesia, Ini Alasan Tesla Buka Kantor di Malaysia!

  • Bagikan

Regional.co.id, KUALALUMPUR: Upaya lobi pemerintah agar Ellon Musk membuka pabrik dan kantor penjualan mobil Tesla di Indonesia terancam gagal total.

Hal ini diketahui setelah pihak Malaysia mengklaim Tesla, Inc. bakal membangun kantor perwakilan dan showroom resmi Tesla di negara jiran tersebut.

Tentunya hal ini menjadi pertanyaan, sebab Malaysia bukanlah negara penghasil nikel–bahan baku pembuat baterai mobil listrik–sementara dari sisi market pun, market Malaysia tak sebesar market Indonesia.

Lalu apa alasan Tesla membukan kantor dan showroom di sana?
Dikutip dari Bernama, Tesla telah mengajukan diri untuk membawa mobil listrik full baterai mereka ke Malaysia. Tesla memanfaatkan program BEV (Battery Electric Vehicle) Global Leaders yang digagas pemerintah Malaysia. Dengan adanya program ini, Tesla bisa masuk ke pasar Malaysia tanpa harus menggandeng mitra lokal.

BACA JUGA:   Ambisi Mitsubishi, Jual 10.000 Unit XForce Per Tahun

Bagi yang belum tahu, saat ini kebijakan otomotif Malaysia hanya mengizinkan perusahaan dengan kepemilikan saham lokal sebagai pemegang AP waralaba. Contoh merek mobil Mercedes-Benz Malaysia harus mendapatkan AP dari Naza dan Mazda harus mendapatkan AP dari Prima Merdu.

Nah, dalam aturan BEV Global Leaders, pemerintah Malaysia akan memberi kemudahan bagi perusahaan mobil listrik yang ingin masuk ke pasar Malaysia tanpa harus kerja sama dengan mitra lokal. Singkatnya, Tesla bisa membuka kantor perwakilan dan showroom di Malaysia dengan kepemilikan saham 100%, tanpa campur tangan mitra lokal.

“Kami senang dengan keputusan Tesla untuk berpartisipasi dalam ekosistem kendaraan listrik di Malaysia. Ini membuktikan kepercayaan Tesla terhadap fundamental ekonomi dan lingkungan bisnis yang kondusif di Malaysia,” ujar Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Aziz dikutip Senin (6/3).

BACA JUGA:   Usung Konsep Hijau, Bintan International Circuit Siap Tampil Beda

“Kami akan memanfaatkan ekosistem kelistrikan dan elektronik secara strategis untuk menjadikan Malaysia sebagai tujuan investasi pilihan untuk teknologi terkait mobilitas listrik,” tambah Zafrul.

Menurut pihak Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, Tesla adalah pemohon pertama program BEV Leaders Global. Selain tertarik dengan program itu, pertimbangan Tesla membuka kantor dan showroom di Malaysia adalah karena negeri jiran itu memiliki industri elektrik dan elektronik (E&E) yang cukup mapan.

Dikutip dari situs Berita Harian, Malaysia merupakan salah satu negara produsen chip semikonduktor. Malaysia merupakan pengekspor semikonduktor dan sirkuit terpadu (IC) terbesar keenam di dunia dengan kontribusi 6,3 persen terhadap total ekspor dunia. (detikoto/sys)

BACA JUGA:   Bangun Sirkuit Internasional di Bintan, Gallant Ventures Kucurkan Dana Rp1,2 Triliun

  • Bagikan
131 views