Industri Galangan Kapal ‘Full-House’, Iperindo: Tenaga Welder Terbatas!

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Industri galangan kapal di Batam menghadapi kondisi anomali, disaat pesanan kapal baru sedang tinggi namun perusahaan justru menghadapi keterbatasan tenaga welder atau juru las.

Anita Puji Utami, Ketua DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo), mengatakan organisasinya tengah memetakan solusi bagi masalah industri galangan kapal di Batam.

“Saat ini pesanan kapal sudah mencapai 400%, kondisinya aman sampai dua tahun ke depan. Namun ketersediaan SDM di sini tidak sebanding dengan kebutuhan yang ada,” ujarnya di sela pelantikan pengurus Iperindo Kepri, Kami (9/3) di Batam.

Dia mengusulkan salah satu solusinya adalah merekrut tenaga kerja dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin meningkat, terutama produksi kapal bidang batu bara dan tug boat.

BACA JUGA:   Menko Perekonomian RI Hadiri Munas VIII HKI

Ia mengatakan kebutuhan akan tenaga welder semakin tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan produksi kapal. Namun, ketersediaan SDM di Batam dan Kepri tidak sebanding dengan kebutuhan tersebut.

“Banyak industri galangan kapal mengeluh rugi akibat proyek pembangunan kapal yang tidak berjalan karena kekurangan tenaga kerja yang mempunyai spesifikasi khusus sebagai welder,” papar Anita.

Menurut dia, pada proses pembangunan kapal yang awalnya sedikit dan tiba-tiba langsung banyak. Ini memerlukan investasi modal dan SDM. Nah yang SDM ini harus mempunyai spesifikasi khusus, bukan juru las pagar

Iperindo akan bekerja sama dengan mitra sekolah yang ada di Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pekerja di Kepri. Mereka akan memberikan pendidikan keterampilan khusus untuk mencetak pendidikan las dan juga kerja sama dengan lembaga sertifikasi juru las.

BACA JUGA:   Bisnis Pendukung Migas Makin Cerah, McDermott Tambah 12.000 Tenaga Kerja Hingga 2024

“Solusi ini akan disampaikan kepada rekanan atau mitra sekolah yang ada di Tangerang dan Jawa Timur,” ungkap Anita.

Soal upah rendah yang diungkap pekerja di Batam, Iperindo menepis adanya upah murah tenaga kerja welder di industri galangan kapal Batam. Mereka telah mengeluarkan standarisasi tarif untuk kesejahteraan pekerja agar tidak ada yang merugi.

“Ada juga (perusahaan) yang rugi karena memang sangat kecil pendapatanmya. Makanya kami sudah mengeluarkan standardiasi tarif untuk kesejahteraan pekerja,” kata dia.

Sementara itu Ketua Iperindo Kepri, Ali Ulai, mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada industri perkapalan, termasuk memberikan kemudahan izin bagi pengusaha kapal dan izin memberikan pekerja welder.

BACA JUGA:   Ford Investasi Pabrik Pemurnian Nikel Senilai US$4,5 Miliar, Tesla Masih Gelap!

“Saat ini ada 10 kapal yang belum dibangun karena kekurangan tenaga las. Saya memohon agar izin-izin dapat diberikan dengan mudah oleh pemerintah,” ujar Ali Ulai.

Ia juga menolak tudingan industri mengupah juru las dengan upah rendah. “Kalau upah murah itu tidak. Kami kasih upah layak kok,” ujar Ali Ulai.

  • Bagikan
194 views