RI-Singapura Sepakati Rencana Ekspor Listrik EBT Dari Kepri

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo menyepakati rencana perdagangan energi baru terbarukan lintas batas antara kedua negara sebagai upaya mendorong ketahanan energi bagi Singapura dan Indonesia.

Pertemuan Leaders Retreat Indonesia – Singapura digelar kemarin (16/03) di Singapura dihadiri oleh kedua kepala pemerintahan dan para menteri terkait.

“Kami menandatangani MoU tentang kerja sama energi terbarukan hari ini. Ini akan mendukung pengaturan komersial pada pengembangan kemampuan energi terbarukan pada infrastruktur transmisi dan perdagangan listrik lintas batas. Ini akan memperkuat infrastruktur energi dan transisi energi, serta ketahanan energi bagi Singapura dan Indonesia. Dan juga, mendukung inisiatif regional seperti ASEAN Power Grid, ini adalah hasil yang saling menguntungkan,” ujar PM Lee dalam sambutannya.

BACA JUGA:   Persiapkan Interkoneksi Energi, EMA Singapura Tetapkan 8 Titik Landing Site

Rencana ekspor listrik ke Singapura menjadi isu hangat dalam dua tahun terakhir mengingat pemenuhan kebutuhan listrik EBT Singapura hingga 4 gigawatt pada 2030 mendatang.

Indonesia dalam hal ini Provinsi Kepulauan Riau menempati posisi sentral sebagai pusat pengembangan energi baru terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar.

Tercatat delapan konsorsium sudah menyatakan minat untuk mengembangan PLTS skala besar baik di atas permukaan waduk (terapung) atau di daratan. Total investasi yang akan dikucurkan mencapai Rp250 triliun dengan kapasitas terpasang hingga 20 GWp.

Namun hingga hari ini belum ada progress dari konsorsium dalam merealisasikan rencana investasi PLTS skala besarnya di Kepri.

BACA JUGA:   Ekspor Listrik ke Singapura Terganjal Regulasi, Bagaimana Kelanjutan Investasi Solar Energy di Kepri?

Sementara itu Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya untuk mewujudkan perdagangan energi listas batas kedua negara.

“Kami mencapai kesepakatan untuk meningkatkan investasi di bidang energi baru terbarukan, yang antara lain akan digunakan untuk pemenuhan energi kedua negara,” ujar Presiden Jokowi.

Lanjutan dari pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menandatangani nota kesepahaman bilateral tentang kerjasama energi terbarukan dengan Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean.

Berdasarkan MOU ini, Indonesia dan Singapura akan membentuk kerangka kelembagaan kerja sama untuk memfasilitasi investasi dalam pengembangan industri manufaktur energi terbarukan di Indonesia dan proyek perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura.

BACA JUGA:   Dukung Energi Hijau di IKN, Tahun Ini Pemerintah Bangun PLTS Kapasitas 50 MW

“Kedua negara akan memfasilitasi investasi untuk pengembangan industri dan kapabilitas manufaktur energi terbarukan hulu dan hilir di Indonesia, termasuk fotovoltaik surya (PV) dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS), memanfaatkan investasi untuk proyek ekspor listrik ke Singapura,” jelas keterangan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Selain itu juga kerja sama juga termasuk membangun panel surya yang memasok energi terbarukan ke Indonesia dan untuk ekspor energi, termasuk ekspor listrik ramah lingkungan. Tidak hanya itu jika memungkinkan, hidrogen dan amonia, menggunakan PV surya dan BESS yang diproduksi di Indonesia.

  • Bagikan
72 views