Wow! Batam Bakal Kebanjiran Investasi Green Corridor Project senilai Rp750 Triliun

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Indonesia dan Singapura menyepakati kerjasama pembangunan Green Corridor Project atau proyek pengembangan industri green energy senilai US$50 miliar atau setara Rp750 triliun di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kesepakatan tersebut diperoleh dari hasil leaders retreat antara Kemenko Maritim dan Investasi dan Kementerian Perdagangan dan Industrri Singapura yang disaksikan Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong pekan lalu di Singapura.

Green Corridor Project akan memfasilitasi pengembangan ladang tenaga surya (solar farm) dan sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS) untuk memasok energi terbarukan, dan bila memungkinkan, hidrogen dan amonia.

BACA JUGA:   Dukung Energi Hijau di IKN, Tahun Ini Pemerintah Bangun PLTS Kapasitas 50 MW

Analisa yang dilakukan Sustainable Energy Asociation of Singapore menyebut proyek Koridor Hijau (Green Corridor Project) tersebut akan dipusatkan di Batam, provinsi Kepulauan Riau dengan perkiraan investasi sebesar $50 miliar atau setara Rp750 triliun dan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja.

Anggota SEAS dan beberapa mitra menandatangani nota kesepahaman (MOU) pada hari Kamis (16/03) untuk mengerjakan proyek tersebut, salah satu dari sembilan perjanjian yang ditandatangani oleh bisnis di Singapura dan Indonesia pada pertemuan bilateral.

“Proyek Koridor Hijau ini merupakan win-win antara Singapura dan Indonesia dan akan membuka lebih banyak lagi proyek energi terbarukan, di mana kedua negara akan mendapat manfaat yang luar biasa,” kata Edwin Khew, Chairman of SEAS, dikutip dari Reuters.

BACA JUGA:   Ekspor Listrik Dilarang, Fabby: Ini Kebijakan Tidak Berdasar!

Anggota SEAS dan beberapa mitra yang bekerja untuk mengembangkan proyek Koridor Hijau termasuk pertukaran karbon, produsen listrik terbarukan, dan perusahaan infrastruktur seperti EDPR Sunseap, Vanda RE, Keppel, Huawei, serta pembuat baterai VFlow Tech Batteries dan Narada Batteries.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Indonesia Joko Widodo yang berkunjung menyaksikan penandatanganan enam pakta antara pemerintah, termasuk satu tentang pengembangan energi terbarukan.

Kedua negara juga akan bekerja sama untuk memfasilitasi pengaturan komersial dan pengembangan kerangka kerja dan infrastruktur transmisi untuk memungkinkan perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura, yang menghasilkan arus masuk modal ke Indonesia.

BACA JUGA:   Singapura Jajaki Impor Listrik Hijau Dari Vietnam Sebesar 1,2 GW

  • Bagikan
482 views