Tipu Ratusan Jamaah Umrah, Pemilik Travel PT Naila Ditangkap Polisi!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Polda Metro Jaya menangkap pemilik travel umrah PT Naila Syafaa Wisata Mandiri atas dugaan penipuan yang menyebabkan 500 orang calon jamaah gagal berangkat dengan kerugian mencapai Rp100 miliar.

Menurut Kasubdir Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ratna Quratul Ainy, tersangka menjalankan aksi penipuannya dengan menarik minat para korbannya melalui promo cashback.

“Cashback Rp2 juta, mereka yang mampu mengumpulkan 9 jemaah dan gratis 1 jemaah. Dengan iming-iming itu jemaah merasa lebih tertarik dengan harga yang lebih murah, cashback dan gratis 1,” kata Ratna kepada wartawan, Rabu (29/3).

Ratna menyebut PT Naila Syafaa Wisata Mandiri memanfaatkan relasi keluarga untuk menarik minat mereka dengan dalih harga lebih murah.

BACA JUGA:   DPR Sahkan Tiga UU Baru, Mahfud: Jumlah Provinsi Menjadi 37

“Mereka rata-rata mengincar keluarga, jadi biasanya iming-iming apabila bisa mengajak 9 orang bisa gratis satu. Rata-rata mengajak, bapak ibu atau keluarga. Kemudian ikut mendaftar,” ucap Ratna.

Selain itu, kata Ratna, ada juga yang diiming-imingi paket umrah plus wisata ke Dubai selama 15 hari dengan harga murah yakni berkisar Rp30 juta hingga Rp38 juta.

Untuk promo ini, Ratna menyebut travel umrah tersebut memiliki sasaran para pedagang.

“Selama ini ke para pedagang yang ditawari paket umrah. Selama ini yang ditawari umrah plus wisata di Dubai jadi tertarik,” ujarnya.

Satgas Anti Mafia Umrah Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan penipuan umrah oleh PT Naila Syafaah Wisata Mandiri dengan jumlah korban mencapai ratusan orang dan diperkirakan akan terus bertambah.

BACA JUGA:   Buntut Promo Miras 'Muhammad-Maria', Holywings Digugat Rp36,5 Triliun

Polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) selaku pemilik yakni Mahfudz Abdulah alias Abi (52) dan Halijah Amin alias Bunda (48).

Sementara itu, satu tersangka lainnya adalah Hermansyah (59) selaku Direktur Utama dari PT Naila Safyaah Wisata Mandiri.

Para tersangka dijerat Pasal 126 Juncto Pasal 119 A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah sebagaimana diubah dalam Pasal 126 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

  • Bagikan
68 views