Ngeri! Indonesia Bisa Jadi ‘Tong Sampah’ Baju Bekas

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Indonesia terancam menjadi tong sampah baju bekas negara lain jika importasi komoditas ini tidak dikendalikan.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menjelaskan tidak semua pakaian bekas yang diimpor dapat layak pakai. Sisa pakaian tersebut akan jadi sampah impor di dalam negeri.

“Jangan jadikan Indonesia menjadi tempat recycle, jangan jadikan Indonesia menjadi tempat sampah,” ujarnya Jumat lalu seperti ditulis Sabtu (1/4/2023).

Jumlah pakaian yang tidak bisa digunakan bisa mencapai 60-70%. Dia mencontohkan tumpukan sampah baju bekas telah terjadi di Chile dan Ghana.

“Jangan sampai nanti baju-baju bekas yang diimpor, yang mungkin bisa dipakai hanya 30-40%, sisanya itu akan berakhir di Bantar Gebang,” imbuh dia.

BACA JUGA:   Malaysia dan Taiwan Hentikan Peredaran Indomie, BPOM: Aman Dikonsumsi!

Sampah baju bekas yang menumpuk itu akan dibakar. Pada akhirnya akan menjadi polusi dan merusak lingkungan.

“Itu yang harus kita pikirkan, kita mesti memikirkan yang cukup panjang buat Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, produk bekas tidaklah murah. Bahkan kualitasnya tidak sebagus dibandingkan baju baru.

“Mau itu dari bahan plastik ataupun tekstil, itu sama, recycle itu tidak mungkin bagusnya kayak virgin,” ungkap Jemmy.

Sementara itu, negara maju belum bisa melakukan daur ulang untuk pakaian tersebut. Jemmy menjelaskan hal itu tidak mudah dan murah. Apabila bisa melakukannya, maka negara maju akan melakukan daur ulang. Dengan begitu tidak akan mengirimkannya pada negara ketiga seperti Indonesia.

BACA JUGA:   Catat Ya! Anda Butuh Modal Segini Untuk Buka Gerai Alfamart

“Tidak mungkin mereka kalau murah dikirim ke negara ketiga. Jadi ini yang harus kita cermati,” kata Jemmy.

Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) mengungkapkan sepanjang tahun 2022, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap impor pakaian bekas ilegal melalui laut dan darat sebanyak 234 kali, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 24,21 miliar.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan, penindakan terhadap impor baju bekas yang masuk ke Indonesia mengalami tren kenaikan sejak 2020.

Pada 2020, DJBC melakukan penindakan baju impor bekas sebanyak 169 kali, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 10,37 miliar. Kemudian, pada 2021 penindakan sebanyak 165 kali, dengan perkiraan nilai barang impor baju bekas sebesar Rp 17,42 miliar.

BACA JUGA:   Minyak Goreng Satu Harga Mulai Berlaku, Masyarakat Dihimbau Tidak Panic Buying!
  • Bagikan
117 views