Konsorsium Sembcorp-PLN Batam-Suryagen Bubar, Proyek Solar Energy 1 GWp Senilai Rp11 Triliun Gagal Terwujud

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Konsorsium Sembcorp Industries, PT PLN Batam, dan PT Trisurya Energi Bersama sepakat mengakhiri kerjasama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Batam Bintan Karimun.

Para pihak sebelumnya telah berkomitmen untuk mengembangan PLTS skala besar dan energy storage di BBK pada 25 Oktober 2021 lalu dengan perkiraan kapasitas terpasang 1 GWp senilai Rp11 triliun.

Joint development agreement (JDA) tersebut dibuat dalam rangka memproduksi listrik berbasis energi hijau untuk memenuhi kebutuhan Singapura yang diperkirakan mencapai 4 GW pada 2030 mendatang.

Namun sejak JDA itu ditandatangani pada Oktober 2021 hingga Februari 2023 lalu atau sekitar 17 bulan kerjasama tersebut tidak mengalami kemajuan dan belum ada tanda-tanda proyek tersebut akan terealisasi hingga JDA dan konsorsium tersebut berakhir serta dibubarkan pada 27 Maret 2023.

BACA JUGA:   Perangi Pemanasan Global, Negara G7 Sepakat Stop Biayai Proyek Bahan Bakar Fosil Sampai Tahun 2022

Sembcorp wishes to inform that all parties have mutually agreed to terminate the JDA, and the consortium has been dissolved,” tulis keterangan pers Sembcorp yang dirilis pada 27 Maret 2023 lalu.

Namun demikian, Sembcorp tetap berkomitmen untuk mendukung transisi energi di ASEAN dengan
pasokan energi bersih. Perusahaan terus berkembang, dan terlibat dalam sejumlah inisiatif, untuk mengimpor energi dari kawasan lain.

Konsorsium Sembcorp-PLN Batam-Suryagen merupakan satu dari delapan konsorsium yang berminat membangun PLTS skala besar di Kepulauan Riau. Konsorsium tersebut juga telah melakukan ekspos kepada media sepanjang 2022 lalu.

Sampai hari ini, belum ada satu pun proyek PLTS skala besar yang mulai dikerjakan dari konsorsium tersebut.

BACA JUGA:   Sebut Singapura Brengsek, Luhut: No Ekspor Listrik EBT!

Sebelumnya, Sunseap Group yang berencana mengembangkan PLTA skala besar di Waduk Duriangkang, Batam pada 2021 dengan kapasitas 2,2 GW senilai US$2 miliar juga batal dilanjutkan.

Para mitra konsorsium Sunseap yang ikut serta dalam proyek raksasa ini antara lain PT Mustika Combol Indah, PT Agung Sedayu, Sumitomo Corporation, Samsung C&T, Oriens Asset Management, ESS Inc, dan Durapower Group. Belum diketahui apakah konsorsium tersebut masih berjalan atau sudah bubar.

Sembcorp memasuki pasar Indonesia pada tahun 1990 melalui bisnis pengembangan perkotaannya. Perusahaan telah mengembangkan tiga kawasan industri di Kepulauan Riau yaitu Batamindo Industrial Park, Bintan Inti Industrial Estate, dan Karimun Sembawang Shipyard, dan mendatangkan investasi asing senilai US$3,5 miliar (sekitar S$4,7 miliar), menciptakan lapangan kerja bagi hampir 100.000 orang.

BACA JUGA:   Terbesar di Dunia! Potensi PLTA Terapung di Indonesia Mencapai 14,7 Gigawatt

Sejak tahun 2001, Sembcorp juga mengimpor gas alam dari Natuna Barat ke Singapura dan saat ini menjadi pemasok gas alam terbesar di Singapura.

Proyek EBT

Pada 2021, selain menjalin konsorsium dengan Indonesia, Sembcorp juga banyak menjalin kerjasama pengembangan proyek EBT dengan negara lain.

Di China, Sembcorp berkomitmen mengembangkan pembangkit tenaga angin dan solar kapasitas 1,9 GWp. Di India, mendapatkan proyek pembangkit angin kapasitas 180 MW. Perusahaan juga mengembangkan proyek EBT di Vietnam dengan kapasitas 1,5 GW bersama BCG Energy.

Di Singapura sendiri, Sembcorp berhasil membangun percontohan solar farm terapung di Tengeh Reservoir kapasitas 60 MWp bekerjasama PUB Singapore.

  • Bagikan
551 views