Antisipasi Kelangkaan Pasokan, Singapura Impor Telur Dari Indonesia

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Singapore Food Agency (SFA) menyetujui pasokan telur dari Indonesia untuk mengantisipasi kelangkaan telur di negara tersebut.

“Kami terus mendiversifikasi sumber telur kami dan telah menyetujui Indonesia sebagai negara sumber baru untuk mengekspor telur ayam ke Singapura,” kata SFA dalam sebuah postingan di laman Facebook pada Senin (03/04).

Dengan tambahan Indonesia, jumlah negara dan wilayah yang terakreditasi untuk mengekspor telur ayam ke Singapura bertambah menjadi 18 negara, naik dari 12 pada 2019. Pada bulan Desember, Singapura menyetujui impor telur ayam dari Brunei.

Namun, SFA menambahkan bahwa Singapura masih dapat menghadapi fluktuasi pasokan dari waktu ke waktu, “karena berbagai faktor seperti wabah penyakit dan gangguan pasokan”.

BACA JUGA:   Bukan AS atau China, Ini Negara Penyumbang Defisit Neraca Perdagangan RI!

“Misalnya, beberapa negara baru-baru ini terkena wabah flu burung, yang mempengaruhi produksi unggas dan telur mereka,” kata lembaga tersebut.

SFA juga mendorong industri makanan untuk melakukan diversifikasi dan impor dari berbagai sumber sebagai bagian dari rencana kesinambungan bisnis untuk berkontribusi pada ketahanan pangan Singapura.

“Sebagai konsumen, kami juga dapat memainkan peran kami dengan bersikap fleksibel dengan pilihan makanan jika terjadi gangguan,” katanya.

“Menjadi terbuka dan beradaptasi dengan sumber makanan baru seperti telur dari Indonesia juga merupakan langkah untuk membangun ketahanan pangan Singapura, memastikan bahwa kita akan selalu (cukup).”

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengatakan dalam sebuah postingan Facebook bahwa sementara Singapura terus memperkuat ketahanan pangannya.

BACA JUGA:   Konyol! RI Impor Bawang Putih dan Cabai Dari Singapura

“Kami juga menyadari bahwa tidak ada negara yang dapat terhindar dari ketidakpastian pasokan pangan global”, ujarnya.

Dia mengutip kekurangan telur di seluruh dunia karena flu burung, masalah rantai pasokan dan meningkatnya biaya pakan ayam sebagai contohnya.

“Saya mendorong warga Singapura untuk berhati-hati terhadap potensi gangguan, dan fleksibel dengan pilihan makanan dan bahan serta dapat beradaptasi dengan sumber makanan baru,” katanya.
Impor saat ini menyumbang sekitar 70 persen dari pasokan telur Singapura.

SFA mengatakan pada bulan Desember bahwa pengembangan peternakan telur keempat Singapura yang akan datang akan semakin memperkuat ketahanan pasokan telur lokal negara tersebut.

Setelah beroperasi penuh, peternakan telur lokal Singapura akan memenuhi sekitar 50 persen permintaan telur negara tersebut.

BACA JUGA:   Dipicu Penurunan Harga Komoditas, Kepri Deflasi -0,04% pada Oktober 2022

Dia mengutip kekurangan telur di seluruh dunia karena flu burung, masalah rantai pasokan dan meningkatnya biaya pakan ayam sebagai contohnya.

“Saya mendorong warga Singapura untuk berhati-hati terhadap potensi gangguan, dan fleksibel dengan pilihan makanan dan bahan serta dapat beradaptasi dengan sumber makanan baru,” katanya.
Impor saat ini menyumbang sekitar 70 persen dari pasokan telur Singapura.

SFA mengatakan pada bulan Desember bahwa pengembangan peternakan telur keempat Singapura yang akan datang akan semakin memperkuat ketahanan pasokan telur lokal negara tersebut.

Setelah beroperasi penuh, peternakan telur lokal Singapura akan memenuhi sekitar 50 persen permintaan telur negara tersebut.

  • Bagikan
91 views