KTT Asean 2023, Dorong Penguatan Ekonomi Kawasan

  • Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi

Regional.co.id, JAKARTA: Keketuaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean tahun 2023 mendorong kawasan ASEAN yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan serta memperkuat ketahanan ekonomi kawasan, sejalan dengan tema yang diusung yaitu ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.

“Untuk yang 42 ini konsentrasinya di “ASEAN Matters” dan “Epicentrum of Growth”.  Di “ASEAN Matters” itu  dokumennya terkait bagaimana upaya ASEAN untuk meningkatkan, memperkuat diri, sehingga mampu menghadapi tantangan ke depan. “Epicentrum of Growth” terkait dengan resiliensi ekonomi ASEAN,” ujarnya Retno LP. Marsudi, Menteri Luar Negeri, belum lama ini.

Menurut dia, Keketuaan Indonesia di ASEAN mendorong peningkatan arsitektur kesehatan, peningkatan ketahanan energi di antaranya adalah pengembangan ekosistem untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), ketahanan pangan, serta stabilitas keuangan.

BACA JUGA:   Kabur Ke Singapura, Presiden Sri Lanka Rajapaksa Batal Mengundurkan Diri

Menlu menyampaikan, dokumen yang akan menjadi kesepakatan para pemimpin ASEAN saat ini tengah dibahas pada pertemuan tingkat senior official meeting (SOM), yang selanjutnya akan dibahas pada tingkat pertemuan menteri.

“Selain mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan ke depan, maka ada visi post 2025. Keketuaan Indonesia juga berusaha untuk membumikan ASEAN dalam bentuk kerja sama proyek yang sifatnya konkret, seperti di bidang kesehatan, di bidang ekonomi bersih dengan EV battery, kesehatan  dengan one health initiative, kemudian penggunaan local currency dan masih ada banyak lagi yang intinya adalah membumikan kerja sama ASEAN sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tandas Retno

BACA JUGA:   17 Kepala Negara Hadiri KTT G20 di Bali, Ini Daftarnya!

KTT Asean 2023 dijadwalkan berlangsung pada 10-11 Mei mendatang di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 11 kepala negara Asean dipastikan hadir dengan total delegasi mencapai 500 orang.

Presiden Joko Widodo sendiri dijadwalkan memimpin tujuh rapat utama dalam KTT tersebut yaitu sesi plenary dan retreat, pertemuan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle), pertemuan BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area), serta serangkaian pertemuan dengan parlemen, pebisnis, pemuda, dan high level task force yang bertugas menyiapkan visi jangka panjang ASEAN.

“Jadi total ada 8 pertemuan, 7 pertemuan di antaranya itu akan dipimpin oleh Bapak Presiden, karena yang BIMP-EAGA itu akan dipimpin oleh PM [Perdana Menteri] Malaysia, karena rotasinya memang keketuaan BIMP-EAGA sedang ada di Malaysia,” jelas Menlu.

BACA JUGA:   Stok Menipis, Malaysia Stop Ekspor Ayam Per 1 Juni

Terkait lokasi untuk KTT ke-42, Menlu menyampaikan bahwa pemilihan Labuan Bajo merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempromosikan destinasi ini secara global.

  • Bagikan
66 views