Merger BUMN Karya, Dari 10 Perusahaan Jadi 4

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Wacana penggabungan atau merger BUMN Karya terus digodok pemerintah. Rencananya, dari 10 perusahaan infrastruktur tersebut akan dirampingkan menjadi empat perusahaan saja.

Meski belum diputuskan secara resmi, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, proses konsolidasi perusahaan pelat merah di sektor infrastruktur itu terus digodok pemerintah.

Dalam kajian Kementerian BUMN, perampingan perlu dilakukan lantaran jumlah BUMN Karya cukup banyak atau mencapai 10 perusahaan. Jumlah itu di luar dari perseroan yang ditangani PPA/Danareksa. 

“Kita juga sekarang menggabungkan, pelan-pelan (BUMN Karya). Misalnya, ini belum menjadi keputusan ya, tetapi waktu itu kita sudah punya blueprint mengenai karya-karya ini, waktu itu kalau tidak salah, nah di mana kita lihat kalau BUMN Karya ini jumlahnya enggak perlu sembilan, empat cukup,” ujar Erick saat ditemui di iNews Tower, Jakarta, Selasa (2/5/2023). 

BACA JUGA:   Pelabuhan Batu Ampar Operasikan STS Crane, Rudi: Bongkar Muat Makin Cepat dan Efisien!

Rencananya, dari 10 perusahaan infrastruktur tersebut akan dirampingkan menjadi empat perusahaan saja.

Konsolidasi BUMN Karya tidak saja dilakukan untuk perusahaan di luar PPA, namun berlaku juga bagi perseroan yang menjadi ‘pasien’ PPA. 

Erick sendiri sudah meminta agar BUMN Karya yang ditangani PPA segera dikonsolidasikan alias di-merger-kan. 

“Di karya-karya ini kan jumlahnya memang masih 10, dan ada aja juga di PPA/Danareksa, di PPA/Danareksa saya sudah sudah meminta segera digabungkan,” tutur dia.

Usai merger, Erick akan membuat segmentasi berdasarkan fokus bisnis perusahaan. Misalnya, BUMN Karya yang ahli (expertise) di jalan tol, perumahan, pembangunan kilang minyak, dan sektor lainnya. 

BACA JUGA:   Tugas Wapres Baru Ngurus Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur, Seperti Apa Konsepnya?
  • Bagikan
135 views