Penerimaan Negara di Kepri Tercapai Rp3,9 Triliun Per April 2023

  • Bagikan
Konferensi Pers APBN Kita Per April 2023 yang dihadiri oleh jajaran Kanwil di lingkungan Kemenkeu Satu Provinsi Kepulauan Riau, di kantor pusat Kanwil Bea Cukai Khusus Tanjung Balai Karimun, Kamis (11/5)

Regional.co.id, TANJUNG BALAI KARIMUN: Realisasi pendapatan negara di regional Kepulauan Riau sampai dengan akhir April 2023 tercatat sebesar Rp3,983 triliun atau 34,72% dari total pagu pendapatan yang bersumber dari pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp11,472 triliun.

Indra Soeparjanto, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kepri, mengatakan ekonomi yang mulai pulih berdampak terhadap pertumbuhan sektor-sektor produktif dan dominan di Kepri.

“Penerimaan negara dari sektor pajak menjadi penyumbang terbesar dengan capaian Rp3,387 triliun atau 36,79% dari pagu pajak sebesar Rp9,209 triliun. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya dalam konferensi pers capaian APBN Kita Tahun 2023 di Kanto Wilayah Ditjen Bea Cukai Khusus Tanjung Balai Karimun, Kamis (11/5).

BACA JUGA:   Harga BBM Naik, Waspada Inflasi Bisa Tembus 8%

Sementara itu, capaian PNBP per April 2023 tercatat sebesar Rp595,95 miliar atau 26,33% dari pagu PNBP sebesar Rp2,263 triliun.

Selanjutnya, papar Indra, dari sisi belanja negara pada April 2023 terealisasi sebesar Rp3.906 triliun atau 23,67% dari pagu belanja Rp16,500 triliun. Pagu belanja ini terdiri dari belanja pusat dan belanja trasfer ke daerah (TKDD) masing-masing belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,566 triliun atau terealisasi 18,30% dari pagu Rp8,560 triliun dan belanja transfer sebesar Rp2,339 triliun atau 29,47% dari pagu Rp7,940 triliun.

Pada kesempatan itu Indra menyampaikan belanja transfer dalam bentuk dana bagi hasil kepada pemerintah daerah mengalami penurunan dari Rp2,1 triliun pada 2022 menjadi Rp1,2 triliun pada 2023, namun mengalami kenaikan untuk sektor belanja lain seperti DAU yang meningkat dari Rp4,28 triliun menjadi Rp4,47 triliun, DAK Fisik dari Rp592 miliar menjadi Rp805 miliar, dan DAK Non Fisik dari Rp1,12 triliun menjadi Rp1,15 triliun.

BACA JUGA:   Awal Tahun 2024, Pembiayaan Anggaran Sudah Tembus Rp107,6 Triliun

Pertumbuhan ekonomi Kepri sampai dengan triwulan 1-2023 lalu, lanjut dia, mengalami pertumbuhan 6,51% secara year-on-year, namun terkontraksi sebesar minus 3,31% jika dibandingkan secara q-to-q.

“Pertumbuhan pada triwulan ini didorong oleh kategori Industri Pengolahan yang memiliki andil pertumbuhan sebesar 3,28% dan kategori Konstruksi yang memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,36%. Dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mempunyai andil pertumbuhan sebesar 3,05% dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan andil sebesar 2,22%,” tutur Indra.

Konferensi pers capaian penerimaan APBN di wilayah Provinsi Kepulauan Riau merupakan kegiatan triwulan yang dilaksanakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Provinsi Kepri bersama jajaran Kanwil Ditjen Pajak Kepri, Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Tanjung Balai Karimun, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) serta regional economist dari Universitas Internasional Batam.

BACA JUGA:   Orang Miskin 'Doyan' Merokok Ketimbang Beli Makanan Bergizi

Pada kegiatan triwulan 1-2023 ini, selain penyampaian realisasi penerimaan negara, juga dilaksanakan pameran produk usaha kecil menengah binaan Kanwil Bea Cukai Khusus Tanjung Balai Karimun di pelataran kantor BC Karimun.

Pameran tersebut menampilkan 20 UKM sektor kuliner yang berada di Kabupaten Karimun, diantaranya produk makanan ringan, dan minuman jahe merah, serta ekstrak rumput laut.

  • Bagikan
72 views