Bersiap Pindah ke IKN, 60.000 ASN Ikuti Uji Kompetensi

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Sebanyak 60.000 aparatur sipil negara di berbagai kementerian atau lembaga (K/L) tengah mengikuti uji kompetensi terhadap para aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

PIt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Iswinarto Setiaji mengatakan, pengujian yang tengah berlangsung terhadap para ASN itu dilaksanakan di BKN. Cakupannya termasuk penilaian potensi dan kompetensi.

“Saat ini sedang berlangsung di BKN adalah Penilaian Potensi dan Kompetensi, yang merupakan program prioritas BKN,” kata Iswinarto kepada CNBC Indonesia, Kamis (25/5/2023).

Menurut Iswinarto, khusus untuk tahun ini sebanyak 60.000 ASN akan mengikuti uji kompetensi tersebut. Sementara itu, untuk tahun depan atau hingga dimulainya proses pemindahan para ASN, tak dijelaskannya lebih jauh.

BACA JUGA:   Dorong Penerimaan Daerah, Mendagri: Jangan Hanya Andalkan APBD!

“Pada 2023, BKN bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas, menargetkan 60.000 ASN Kementerian/Lembaga mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.

Ia menekankan, uji kompentensi ini tak akan memengaruhi hasil akhir seperti jadi dipindah atau tidaknya ASN yang mengikuti proses itu. Menurut Iswantoro, untuk penentuannya diserahkan kepada instansi masing-masing tempat ASN itu bekerja.

“Teknis pemindahan ASN ke IKN, sesuai aturan yang ada saat ini, penentuan dan pemilihan siapa saja, merupakan kewenangan instansi masing-masing,” ungkapnya.

Sejak pertengahan tahun lalu, BKN telah mengumumkan bakal ada proses penilaian atau asesmen kompetensi untuk menentukan ASN termasuk PNS yang akan dipindah ke lokasi Ibu Kota Negara (BKN) di Kalimantan Timur.

BACA JUGA:   Angka Kelahiran Rendah, Jepang Dalam Ancaman Krisis Populasi

Dalam pemetaan/penilaian potensi dan kompetensi (talent mapping) ini akan menyasar ASN di sejumlah instansi pemerintah pusat. Tak terkecuali PNS di kementerian/lembaga yang bekerja di DKI Jakarta.

Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN pun telah menyiapkan dua tahapan utama dalam proses asesmen ASN menuju IKN.

Pertama, menyusun dan mengembangkan metode asesmen untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN sesuai dengan tuntutan kebutuhan kompetensi pada IKN. Terutama karena IKN mengusung konsep smart city dan pengelolaan pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE).

Potensi dan kompetensi yang dimaksud antara lain kompetensi manajerial dan sosiokultural, kompetensi literasi digital dan emerging skills. Instrumen atau metode asesmen ini dirancang berbasis IT yang dapat digunakan secara masal, sehingga lebih efisien dan lebih cepat serta telah terintegrasi dengan SI-ASN

BACA JUGA:   Pemerintah Rilis Rencana Pembangunan Batam New Port, Batu Ampar Jadi Terminal Roro

Kedua, BKN juga telah menyiapkan mekanisme pelaksanaan asesmen ASN yang direncanakan akan dilakukan bertahap dan dibagi menjadi lima klaster.

Pengembangan instrumen atau alat ukur penilaian kompetensi ini telah BKN targetkan selesai pada September 2022. Pada tahap awal, pelaksanaan pemetaan atau penilaian kompetensi akan menyasar 60.000 ASN. (cnbcindonesia/mpg)

  • Bagikan
45 views