Xinyi Glass Berminat Kembangkan Industri Solar Panel di Rempang

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Xinyi Glass Holding Ltd, perusahaan kaca asal China, menyatakan minat untuk investasi industri hilirisasi kaca panel surya di kawasan Rempang Eco-City, Batam dengan nilai investasi US$11 miliar atau setara Rp165 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke pabrik Xinyi Glass di Wuhu, China beberapa waktu lalu.

“Saya lihat Xinyi adalah salah satu pemain yang terbesar di dunia yang insyaallah akan melakukan investasi di Indonesia, di Rempang,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis belum lama ini.

Selain untuk memperlihatkan dukungan terhadap perusahaan-perusahaan asing yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, kunjungan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mendorong hilirisasi dalam berbagai sektor industri.

“Selama ini kan kita telah melakukan hilirisasi nikel. Kita mempunyai komoditas pasir kuarsa, silika yang selama ini kita ekspor raw material. Dengan kita membangun ekosistem pabrik kaca dan solar panel, ini merupakan bagian daripada hilirisasi di sektor pasir kuarsa,” ungkap Bahlil.

CEO Xinyi Group Gerry Tung memberikan apresiasi kepada pemerintah atas kemudahan dalam penanaman modal di Indonesia. Meningkatnya iklim investasi dan potensi ekonomi Indonesia merupakan salah satu faktor yang mendorong Xinyi Group memutuskan untuk menambah investasinya di Indonesia.

BACA JUGA:   Konsorsium Quantum Power Asia - ibVogt Berminat Bangun PLTS 3,5 GW Senilai Rp71,8 Triliun di Kepri

“Kita selama beberapa tahun ini sudah memperhatikan bahwa investasi di Indonesia sangat bagus. Telah banyak perubahan. Kita sudah investasi di Gresik, sekarang karena kita melihat perkembangan sangat bagus jadi kita tertarik untuk berkembang ke industri yang baru, termasuk yang di Batam ini,” kata Gerry.

Xinyi Group yang merupakan perusahaan dari Xinyi Glass dan Xinyi Solar adalah perusahaan multinasional yang berbasis di Hong Kong dan memiliki operasi di seluruh dunia. Perusahaan ini adalah salah satu produsen kaca terbesar, dengan berbagai produk kaca yang digunakan dalam sektor otomotif, konstruksi, dan energi.

Perusahaan ini memiliki 10 pabrik kaca yang tersebar di beberapa kawasan ekonomi di China, dan satu pabrik di Malaka, Malaysia. Pabrik ke 12 direncanakan beroperasi di KEK Jiipe, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Pada 25 Agustus 2022 lalu, Xinyi melakukan Pengikatan Perjanjian Jual Beli (Agreement) dengan pengelola KEK JIIPE di Gresik, Jawa Timur. Berdasarkan Perjanjian tersebut, KEK JIIPE telah setuju untuk menjual lahan dalam rangka pembangunan pabrik produksi kaca.

BACA JUGA:   Larangan Ekspor Energi, Darwin: Itu Kewenangan Pusat!

Selain itu, pihak JIIPE juga akan menyediakan berbagai utilitas termasuk listrik, air, gas alam, pengolahan limbah, fasilitas telekomunikasi dan internet serta infrastruktur dan fasilitas lainnya untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi kaca Xinyi di KEK JIIPE.

Xinyi juga telah menandatangani MOU dengan PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang mengoperasikan fasilitas pelabuhan laut dalam di KEK JIIPE untuk fasilitas pelabuhan dan terminal berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh fasilitas produksi kaca Xinyi.

Sementara itu, untuk rencana investasi di kawasan Rempang Eco-City, belum ada komitmen apapun dari pihak Xinyi. Namun pihak perusahaan sudah melakukan kunjungan ke Batam pada April lalu untuk menjajaki peluang investasi yang ada di kawasan ini.

Rempang Eco-City sendiri akan dikembangkan oleh PT Makmur Elok Graha, sebuah perusahaan afiliasi dari Artha Graha Group milik Tomy Winata. Perusahaan itu akan membangun kawasan terintegrasi berupa kawasan pemukiman, komersial, dan industri. Salah satu industri yang akan dikembangkan adalah industri hilir energi baru terbarukan.

BACA JUGA:   RI-Singapura Sepakati Rencana Ekspor Listrik EBT Dari Kepri

Solar Panel Terbesar

Walaupun termasuk perusahaan produsen kaca terbesar di dunia, namun Xinyi Glass bukan termasuk 10 besar produsen panel surya terbesar di dunia.

Dikutip dari laman Investopedia, perusahaan produsen solar panel terbesar dunia berasal dari China yaitu JinkoSolar Holding Co. Ltd yang bermarkas di Shangrao, China dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,46 miliar dan pendapatan tahunan sebesar US$10,58 miliar. Jinko sudah melayani konsumen dari 160 negara dengan total kapasitas solar module mencapai 130 gigawatt (GW).

Kedua adalah CanadianSolar Inc yang bermarkas di Guelph, Kanada. Perusahaan ini membukukan penjualan sebesar 21,1 GW solar modul sepanjang 2022 lalu dengan total pendapatan mencapai US$7,03 miliar.

Selanjutnya perusahaan solar panel terbesar meliputi SolarEdge Technologies Inc, yang bermarkas di Israel, First Solar Inc (Arizona, AS), SunRun Inc. (San Fransisco, AS), Enphase Energy Inc. (Fremont, AS), SunPower Corp. (AS), ArrayTechnologies Corp (AS), Maxeon Solar Technologies Ltd (Singapore), Sunova Energy Inc (Houston, AS).

  • Bagikan
243 views