Terusan Panama Mengering, Pasokan Barang Global Terancam!

  • Bagikan

Regional.co.id, PANAMA: Musim kering yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir mengakibatkan debit air di Terusan Panama terus menurun. Kondisi ini mempengaruhi kapal-kapal ekspor impor yang ingin melintas di jalur transportasi dan logistik penting dunia itu menjadi terhambat.

Jumlah kapal yang menunggu untuk menyeberangi Terusan Panama kini mencapai ratusan. Foto satelit menunjukan bagaimana kemacetan terjadi.

Mengutip CNCB International, sejak 8 Agustus, Otoritas Terusan Panama (PAC) memang mengurangi slot perjalanan. Kekeringan sejak akhir Juli memang menjadi penyebab.

Terusan Panama akan selalu kehilangan 50 juta galon air ketika satu kapal melintasi kanal. Namun situasi memburuk setelah air Danau Gatun, yang mengaliri kanal, berada pada titik terendah dalam empat tahun.

Saat ini waktu tunggu untuk menyeberangi kanal rata-rata sekitar 21 hari. Ini lebih lama dari sebelumnya.

“Bagi kapal Panamax, yang merupakan kapal terbesar dengan kapasitas bawaan 4.500 unit atju setara 20 kaki (TEU). Jumlah slot dikurangi menjadi 14 dari 23 hari,” kata PAC dikutip CNBC International, Jumat (11/8/2023).

BACA JUGA:   Sea-Lead Shipping Gandeng CA2 Garap Rute Asia-Eropa

Kondisi kekeringan juga membuat PCA meminta kapal mengurangi bawaan 40%. Ever Max, disebut terpaksa membongkar 1.400 kontainer di Pelabuhan Balboa untuk memenuhi persyaratan dan mendapatkan jalur.

“Kontainer yang tersisa mungkin membutuhkan kapal lain untuk menyelesaikan perjalanan,” kata kepala MarineTraffic Amerika Utara, Kapten Adil Ashiq. “Ini akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik,” katanya.

Kekeringan di Terusan Panama saat ini telah membuat bisnis mengambil rute alternatif. Hal ini menambah waktu dan biaya bahan bakar untuk perjalanan tersebut.

“Biaya (tambahan) ini mungkin akan diturunkan ke bisnis dan konsumen,” tambahnya merujuk potensi kenaikan harga barang ke depan.

CEO perusahaan logistik OL USA, Alan Baer juga membenarkan. Pengiriman barang, tegasnya, mulai mencari rute lain.

BACA JUGA:   Retribusi Jasa Labuh Dilarang, Pemprov Kepri Ajukan Judicial Review Ke MA

“Dengan semakin sulitnya mencapai Pantai Timur AS melalui Terusan Panama, importir mungkin melihat kapal yang transit di (Terusan) Suez,” kata Baer menyebut kanal penting lain di Mesir.

Ia menambahkan, ini bisa menjadi solusi efektif untuk pengiriman barang yang berasal dari wilayah China Selatan dan beberapa asal. Namun, untuk China Utara dan Asia Utara, penyimpangan melalui Terusan Suez dapat menambah waktu transit tambahan tujuh hingga 14 hari.

Di sektor energi, pengalihan juga mulai terlihat. S&P Global melaporkan penundaan yang meningkat membuat kapal tanker, yang membawa produk minyak olahan, menghindari kanal, dan mengalihkan preferensi mereka untuk memesan rute ke Atlantik.

Data dari unit Commodities at Sea menunjukkan bahwa pada periode gabungan Juni hingga Juli, ekspor produk minyak bersih Gulf Coast yang menggunakan kanal turun 12% dari tahun ke tahun, pada Juli. Cheniere Energy bahkan mengumumkan pada bulan Juli bahwa mereka akan menghindari Terusan Panama untuk mengirimkan LNG karena waktu tunggu.

BACA JUGA:   Pasca Tabrakan KA Turangga, KAI Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Padahal, kanal tersebut merupakan rute tercepat bagi pasar LNG untuk mencapai Asia. Lalu lintas batu bara juga melakukan penyesuaian.

Perlu diketahui total kontainer yang menyeberang di Terusan Panama mewakili 73% komodita ekspor-impor AS. Sekitar 40% kontainer AS melewati kanal itu setiap tabun dengan nilai US$ 270 miliar dalam bentiuk kargo.

Sebelumnya, Kekeringan yang melanda Jerman membuat Sungai Rhein, yang menjadi poin vital transportasi logistik, mengalami penyusutan dan pendangkalan. Hal ini berdampak pada gangguan pengiriman barang.

Sungai sepanjang 1.230 km itu adalah “arteri” komersial untuk 80% pengiriman barang ke pedalaman Jerman. Komoditas yang dikirim melalui jalur air itu termasuk minyak mentah dan gas alam. (cnbcindonesia/rhs)

  • Bagikan
35 views