Ultimatum BP Batam, Ini 4 Tuntutan Warga Rempang!

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Aksi unjuk rasa ribuan massa dari Pulau Rempang, Rabu (23/8) menyisakan empat poin tuntutan warga kepada Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Dalam aksi hari ini, perwakilan warga ditawarkan dua opsi dari BP Batam yaitu pertama, BP Batam bersama perwakilan warga Rempang akan melakukan pertemuan dengan Menteri Investasi/ Kepala BKPM dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menerima aspirasi warga Rempang berlokasi di kampung tua.

Kedua, terhadap pengukuran tanda batas pelepasan hutan produksi yang dapat dikonversi oleh BP Batam tetap dilanjutkan dengan memberitahukan kepada perangkat RT/RW dan melibatkan warga setempat.

BACA JUGA:   Ekonomi Singapura Mulai Bergeliat, Angka Pengangguran Diperkirakan Menurun

Namun massa aksi sepakat menolak dua usulan tersebut. Warga serempak menjawab tidak setuju atas dua usulan itu.

Sebenarnya, warga sudah membawa sendiri draf surat berisi tuntutan mereka yang tinggal ditandatangani oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Namun Rudi meminta dilakukan pertemuan terbatas dahulu dengan perwakilan unjuk rasa yang ternyata disuguhkan usulan berbeda dari tuntutan mereka. Alhasil Aliansi Pemuda Melayu dan warga peserta unjuk rasa menolak mentah-mentah usulan tersebut.

Adapun 4 tuntutan Aliansi Pemuda Melayu yang tak disanggupi oleh Kepala BP Batam adalah sebagai berikut:

  1. Menjamin tidak dilakukan relokasi 16 titik kampung tua yang berada di Rempang-Galang
  2. Pengakuan terhadap tanah Melayu Rempang-Galang dan mengeluarkan legalitas resmi surat tanah masyarakat Rempang-Galang
  3. Hentikan intimidasi terhadap masyarakat yang menolak relokasi kampung tua Rempang-Galang
  4. Meminta maaf kepada masyarakat Melayu Rempang-Galang khususnya, dan masyarakat Melayu Kepri umumnya atas tindakan yang dilakukan.
BACA JUGA:   Gokil, Singapura-Australia Bangun Proyek Solar Panel Terbesar di Dunia senilai Rp316 Triliun

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir tanpa menemui titik temu, bahkan warga mengultimatum BP Batam dalam waktu 1×24 jam untuk menandatangani empat tuntutan tersebut.

“Kami beri waktu 1×24 jam sampai besok, kalau tidak maka massa besar-besaran yang nanti turun,” kata Kordinator Umum Aliansi Pemuda Melayu Dian Arniandi, usai demo dibubarkan dengan baik, Rabu (23/08) sore. (batamnow/rhs)

  • Bagikan
156 views