Investasi Jumbo di Rempang, Ini Profil Keuangan dan Bisnis Xinyi!

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Heboh soal rencana investasi Xinyi Glass Holding di Pulau Rempang, Batam hingga menyulut bentrokan fisik antara aparat keamanan dan warga tempatan, sebenarnya bagaimana performa bisnis perusahaan kaca tersebut di pasar global?

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia selalu menyatakan Xinyi akan membangun fasilitas produksi kaca di Rempang hingga menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah fasilitas produksi di China.

Tentunya dengan investasi US$11,5 miliar atau setara Rp175 triliun, ambisi tersebut bisa saja terwujud. Namun, tunggu dulu, selama ini posisi Xinyi ada dimana sebagai produsen kaca global. Berapa besar kekuatan Xinyi hingga mampu menyodok menjadi produsen kaca nomor wahid di dunia. Mari kita simak!

Dikutip dari zippia.com, dalam daftar 9 perusahaan kaca terbesar dunia, nama Xinyi Glass tidak ditemukan. Nomor satu, masih dipegang oleh Beijing Glass dengan omset tahunan menyentuh US$88 miliar. Perusahaan ini didirikan pada 1940 silam.

BACA JUGA:   Gudangnya Gedung Pencakar Langit, Kuala Lumpur Makin Mempesona

Posisi kedua, diduduki oleh Saint Gobain yang didirikan pada tahun 1665 di Paris, Perancis dengan pendapatan US$56,47 miliar. Peringkat ketiga adalah Pittsburg Plate Glass Industries (PPG Industries) yang didirikan pada 1883 dengan omset US$17,65 miliar.

Posisi keempat milik Asahi Glass Corp (AGC) asal Tokyo, Jepang yang didirikan pada 1907 dengan omset tahunan US$15,28 miliar. Posisi kelima, Corning Glass asal New York, AS yang berdiri pada 1851 dengan omset US$14,18 miliar. Posisi keenam, Nippon Sheet Glass, asal Tokyo, Jepang yang berdiri pada 1918 dengan perolehan pendapatan US$5,23 miliar.

Sedangkan Virto, Pilkington, Cornwall Glass dan Guardina Services masing-masing menduduki posisi tujuh, delapan, sembilan dan sepuluh dengan omset dibawah US$10 miliar per tahun.

Keuangan Xinyi

Dalam laporan keuangan konsolidasi Xinyi yang diaudit oleh Pricewaterhouse Cooper (PwC), disebutkan total penjualan perusahaan pada 2022 sebesar HK$25,75 miliar atau setara US$3,3 miliar. Dengan penjualan sebesar itu, mestinya Xinyi bisa masuk 10 besar perusahaan kaca dengan omset dibawah US$10 miliar.

BACA JUGA:   ASN Gelar Buka Puasa Bersama, Siap-Siap Kena Sanksi

Produk dengan penjualan terbesar adalah float glass dengan HK$16,87 miliar atau 64%, kemudian automobile glass product sebesar HK$6,08 miliar atau 23,6%, dan architectural glass sebesar HK$3,07 miliar atau 12%.

Secara geografis, penjualan terbesar didominasi oleh pasar China sendiri sebesar HK$17,6 miliar atau 68,2%, pasar Amerika Utara sebesar HK$2,50 miliar atau 9,8%, dan pasar negara lain sebesar HK$5,6 miliar atau 22%.

Pasar negara lain yang dimaksud adalah Eropa, Australia, Selandia Baru, Afrika, Timur Tengah, Amaeria Tengah, Amerika Selatan, dan lainnya.

Dibandingkan dengan tahun 2021, pendapatan Grup, turun sekitar 15,5% menjadi HK$25.74 miliar pada tahun 2022. Laba diatribusikan kepada pemegang ekuitas Perusahaan turun secara signifikan sekitar 55,6% menjadi HK$5,12 miliar pada tahun 2022.

BACA JUGA:   Pemerintah Bentuk Satgas Atasi Barang Impor Ilegal

Total equity pada akhir 2022 yang diperoleh dari retained earning, cadangan modal, dan lain-lain mencapai HK$32,08 miliar atau setara US$4,1 miliar, sedangkan uang tunai tercatat sebanyak HK$3,18 miliar atau setara US$413,43 juta.

Dengan equity sebesar itu, jika Xinyi berencana menginvestasikan uang sebesar US$11,5 miliar dengan kewajiban setor modal sebesar 30% atau US$3,45 miliar, seharusnya Xinyi masih memiliki ruang fiskal yang cukup.

Namun demikian, Xinyi sampai akhir 2022 lalu masih agresif membelanjakan modalnya untuk pengembangan pabrik dan pasar. Tercatat belanja modal (capital expenditure) sebesar HK$2,6 miliar atau US$341,12 juta. Untuk ekspansi di Gresik, Indonesia, Xinyi sudah menghabiskan modal hingga US$700 juta, dan untuk pabrik di Malaka, Malaysia, perusahaan berencana menggelontorkan tambahan investasi US$462 juta.

Dalam laporan keuangan 2022 lalu, Xinyi belum menjelaskan secara detail rencana pengembangan Pulau Rempang sebagai proyek masa depan perusahaan.

  • Bagikan
242 views