Singapura Jajaki Impor Listrik Hijau Dari Vietnam Sebesar 1,2 GW

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Sembcorp Utilities Pte Ltd (SCU), anak usaha BUMN Singapura Sembcorp Industries Ltd mendapat conditional approval (persetujuan bersyarat) dari Energy Market Authority (EMA) untuk mengimpor listrik hijau dari Vietnam sebesar 1,2 gigawatt.

Listrik tersebut akan diproduksi dari fasilitas listrik tenaga angin (windpower) lepas pantai dan sumber lainnya yang dikembangkan oleh Petrovietnam Technical Services Corporation (PTSC).

Perusahaan tersebut akan menyalurkan listrik melalui jaringan kabel bawah laut sepanjang 1.000 km yang menghubungkan kedua negara.

Persetujuan bersyarat tersebut diberikan kepada SCU untuk menyusun dan mengirimkan proposal kepada EMA bahwa proyek tersebut layak secara teknis dan komersial. Persetujuan itu menjadi fasilitasi bagi SCU untuk mendapatkan persetujuan dan perizinan terhadap kelanjutan proyek tersebut.

BACA JUGA:   Hanya Fokus Bangun PLTU, Indonesia Terlambat Kembangkan EBT

EMA memberikan persetujuan atas komitmen kedua pihak yaitu konsorsium SCU dan PTSC untuk melakukan survei lokasi PLTA lepas pantai dan letter of intent yang diterbitkan kepada kedua pihak oleh pemerintah Singapur dan Vietnam pada Agustus 2023 lalu.

Rencana jual beli energi hijau ini merupakan tindaklanjut dari nota kesepahaman atau MOU dalam kerjasama energi antara Vietnam dan Singapura ditandatangani pada Oktober 2022 di mana kedua negara berkomitmen untuk saling mendukung dan memfasilitasi upaya transisi energi bersih dan dekarbonisasi regional, termasuk perdagangan listrik lintas batas.

Pada 25 Oktober 2021 lalu, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong mengumumkan rencana negara tersebut untuk mengimpor lebih dari 4 GW listrik low-carbon pada 2035. Hingga kini, EMA sudah menerbitkan persetujuan bersyarat (conditional approval) kepada proyek energi hijau kapasitas 2 GW dari Indonesia, 1 GW dari Kamboja, dan 1,2 GW dari Vietnam.

BACA JUGA:   Malaysia Batasi Penjualan Listrik EBT, Ujicoba Ekspor Ke Singapura Terancam Gagal?

Jika terwujud, ketiga proyek tersebut secara kolektif bersumber dari berbagai jenis EBT yaitu energi matahari, hydro power, dan tenaga angin.

Untuk memastikan keandalan pasokan listrik tersebut, EMA telah bekerjasama dengan importir untuk melakukan langkah antisipatif terhadap berbagai kondisi yang dapat mengganggu pasokan ke Singapura.

EMA akan melanjutkan upaya mengeksplorasi alternatif EBT lain seperti panas bumi (geothermal), hidrogen, dan teknologi lain seperti carbon capture and storage untuk memastikan sistem kelistrikan berjalan aman, handal, dan berkelanjutan.

  • Bagikan
141 views