Iphone Seri Terbaru Tak Laku, Apple Banting Harga Hingga 40%

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Saham Apple terus terusan merosot dalam dua bulan terakhir. Dilansir dari Forbes, saham perusahaan yang digawangi oleh Tim Cook ini turun hingga 27% sejak Oktober lalu.

Jumat kemarin, saham Apple tercatat di US$ 168,49, merosot dibanding Oktober yang mencapai US$ 232,07. Angka ini bahkan ebih rendah ketimbang penutupan Desember 2017 lalu di mana Apple berada di US$ 169,23.

Ada banyak hal yang bikin harga saham Apple merosot, di antaranya adalah kekhawatiran para investor akan penjualan yang menurun. Bahkan saat Apple meluncurkan 3 produk barunya yakni iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XSmax.

BACA JUGA:   Apple Bakal Rilis iPad Pro dengan Chipset M2 Terbaru

Laporan Busines Insider menguatkan dugaannya lesunya penjualan iPhone seri terbaru. Terlihat dari catatan penjualan perusahaan pembuat kamera iPhone Largan Precision yang pendapatannya selama November turun 29% dibanding periode serupa tahun lalu.

Digitimes melaporkan bahwa Apple bahkan telah mengeluarkan instruksi ke retail untuk mengurangi harga lagi karena pelemahan penjualan yang tak terduga. Terdapat catatan dari pabrik pembuatan iPhone juga di China terkait adanya pemangkasan pesanan hingga 25% dari “konsumen terbesar” mereka.

Siasat Apple sendiri di Amerika adalah dengan menawarkan cashback US$100 jika Anda bersedia menukar iPhone lama Anda dengan seri terbarunya. Promo juga hadir saat Black Friday kemarin, di mana gerai-gerai Apple menawarkan kupon hingga US$ 50.

BACA JUGA:   Duh! Penjualan Ponsel Jeblok Nyaris 12% Pada 2022

Forbes pun mengutip laporan Bloomberg bahwa Apple diam-diam memberi potongan harga hingga 40% untuk iPhone XR. Ini terlihat dari situs Apple yang memasang banner iklan menjual iPhone XR seharga US$ 449, atau lebih rendah US$ 300 dari harga aslinya.

Tapi, harga ini disertai catatan bahwa pelanggan yang ingin dapat harga khusus harus menukar iPhone 7 plus (ke atasnya), produk yang diluncurkan Apple dua tahun lalu. Dan pengumuman ini ditawarkan satu bulan sejak produk diluncurkan. (cnbcindonesia/Sys)

  • Bagikan
86 views