Papua Nugini Rusuh Imbas Pemotongan Gaji Polisi dan PNS

  • Bagikan

Regional.co.id, PORT MORESBY: Setidaknya 15 orang tewas akibat kerusuhan di Papua Nugini. Aksi kekerasan terpusat di ibu kota Port Moresby dan daerah Lae.

Awalnya, polisi dan pegawai negeri melakukan aksi protes dan mogok pada Rabu karena gaji mereka mengalami pemotongan. Aksi unjuk rasa kemudian menjadi tidak terkendali dan memicu penjarahan dan pembakaran.

Pemerintah sendiri membantah memangkas gaji pegawai negeri dan polisi. Perdana Menteri James Marape mengaku terjadi kesalahan administratif.

Menurut stasiun televisi ABC asal Australia, delapan orang tewas di Port Moresby, sementara tujuh korban jiwa tercatat di Lae.

BACA JUGA:   Mengapa Malaysia Stop Ekspor Ayam, Ternyata Ini Alasannya!

Aksi kekerasan perlahan mulai mereda pada Kamis (11/1/2023), namun situasi masih tegang.

“Polisi tidak bekerja kemarin di kota ini dan orang-orang melakukan pelanggaran hukum, tidak semua orang, tapi di bagian tertentu kota,” kata Marape dalam sebuah konferensi pers di Port Moresby pada Kamis pagi.

Marape berjanji untuk memperbaiki kesalahan administratif yang menyebabkan pemotongan gaji. Pemerintah menyebarkan janji tersebut ke media sosial untuk meredakan ketegangan.

Papua Nugini berkutat dengan peningkatan peristiwa kekerasan dan aksi kriminal dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mengeluh kondisi keamanan yang rawan membuat investor ragu datang. (mrh)

BACA JUGA:   Rudal Rusia Nyasar ke Polandia, Negara G7 Rapat Darurat di Bali!
  • Bagikan
61 views