Kebut Proyek Tol Trans Sumatera, Dari Mana Duitnya?

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: PT Hutama Karya mengungkapkan siasatnya untuk bisa menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Dengan target 2.790 kilometer jalan tol yang ditugaskan pemerintah untuk dibangun, tentu saja Hutama Karya perlu dukungan modal yang kuat.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan salah satu cara untuk tetap mendapatkan modal pembangunan jalan tol baru adalah dengan melakukan asset recycle. Mudahnya menjual jalan tol yang sudah jadi untuk kemudian uangnya digunakan membangun jalan tol yang lain.

Saat ini sudah ada dua ruas Tol Trans Sumatera yang dijual Hutama Karya, tepatnya ruas Medan-Binjai dan Bakauheni-Terbanggi Besar yang dilepas sahamnya ke Lembaga Pengelola Investasi (Indonesia Investment Authority/INA). Uang yang didapatkan dari penjualan tol itu juga digunakan Hutama Karya untuk menurunkan pinjaman.

“Jadi konsep ke depan, Tol Sumatera ini nanti asset recycle. Jadi yang sudah layak secara finansial itu akan dibeli oleh investor, kemudian hasilnya akan kita gunakan untuk membangun yang belum. Itu kita gunakan untuk menurunkan pinjaman juga,” ungkap Budi Harto dalam wawancara khusus bersama detikcom, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   Tantangan Besar Pembangunan Hydropower di Asia

Menurutnya, ke depan jalan-jalan tol yang sudah dibangun dan trafik lalu lintas hariannya sudah cukup menguntungkan juga bakal dilego Hutama Karya. Dua ruas yang menyusul untuk dilego adalah Terbanggi Besar-Kayu Agung dan juga Pekanbaru-Dumai.

“Jadi konsepnya Tol Sumatera itu begitu, dibangun kemudian traffic-nya tumbuh layak secara finansial dan dijual, kemudian nanti digunakan untuk membangun ruas baru lagi,” beber Budi Harto.

Yang terdekat, Hutama Karya bersiap menawarkan Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung ke investor. Budi bilang bila tol itu laku, nantinya akan digunakan untuk membangun tol ‘sirip’ Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung ke Pelabuhan Panjang dengan investasi Rp 5 triliun. Bila ada sisanya, hasil penjualan tol bakal digunakan untuk menurunkan utang.

BACA JUGA:   Dapat Porsi 19% Saham, WIKA Proyeksikan Deviden Sebesar Rp33,6 Miliar Dari Bandara Hang Nadim

“Nah nanti kalau ini laku, ini sebagian akan kita gunakan untuk menurunkan pinjaman, sebagian kita gunakan untuk ruas tol baru, di antaranya adalah ruas tol dari Lampung ke Pelabuhan Panjang Lampung, sebesar sekitar Rp 5 triliun lah untuk tol itu,” papar Budi Harto.

Soal penurunan utang, di kesempatan berbeda sebelumnya Budi Harto pernah menyatakan utang Hutama Karya bisa turun sampai Rp 14,2 triliun setelah pihaknya menjual kepemilikan jalan tol Medan-Binjai dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Dari total utang Rp 44,28 triliun, turun menjadi Rp 30 triliun.

Total uang yang didapatkan setelah melego dua tol ke INA sendiri besar Rp 20 triliun kala itu. Namun baru cair sekitar Rp 15 triliun, nah uang tersebut yang dipakai untuk membayar utang.

BACA JUGA:   Belum Ada Investor yang Serius, IKN Terancam Mangkrak!

Dalam paparannya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (13/9/2023) yang lalu, dari uang hasil lego tol dapat melunasi utang tol Medan-Binjai senilai Rp 361 miliar dan utang tol Bakauheni-Terbanggi Besar senilai Rp 7,85 triliun.

Selanjutnya, pihaknya juga berhasil mengurangi utang pada ruas tol Palembang-Indralaya dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 958 miliar. Kemudian, untuk pinjaman monetisasi akses Tanjung Priok dari awalnya Rp 3,46 triliun menjadi Rp 2 triliun. Terakhir, utang untuk ruas tol Pekanbaru-Dumai senilai Rp 7,76 triliun menjadi Rp 1,5 triliun.

“Jadi sebelum kami melakukan asset recycle dengan INA, utang jalan tol Trans Sumatera adalah Rp 44,28 triliun. Saat ini utang kami tinggal Rp 30,07 triliun,” ungkap Budi Harto kala itu. (detikcom/mtn)

  • Bagikan
335 views