Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Kepri Tahun 2023

  • Bagikan

Terdapat 7 tujuan pembangunan daerah Kepulauan Riau (Kepri) yaitu Optimalisasi Potensi Kemaritiman, Keunggulan Wilayah, dan Keberlanjutan Lingkungan; Percepatan Pemulihan dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi; Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Kuat, dan Antisipatif; Penguatan Jaringan Pengamanan Sosial; Pembangunan Manusia yang unggul dan Berkarakter; Pembinaan Keagamaan, Pelestarian Budaya, dan Harmoni Masyarakat; dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengintegrasian antar Pulau.

Dalam mencapai tujuan pembangunan tersebut, terdapat beberapa tantangan pembangunan diberbagai aspek. Tantangan dari aspek ekonomi antara lain adalah sebaran investasi tidak merata dan masih terpusat di Kota Batam dan PDRB yang tidak merata antar kabupaten/kota.

Tantangan pada aspek sosial kependudukan antara lain adalah penyebaran penduduk masih terkonsentrasi di Kota Batam dan ketimpangan IPM antar kabupaten/kota yang cukup tinggi. Kondisi geografis Kepri yang berbentuk kepulauan memberikan tantangan tersendiri dalam pembangunan konektivitas antar daerah.

BACA JUGA:   Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Kepri Tahun 2022

Ketimpangan pembangunan antar pulau, transportasi yang terbatas serta infrastruktur dasar yang minim menyebabkan pergerakan ekonomi yang lambat serta kualitas ekonomi yang buruk. Tantangan lainnya adalah sebagai daerah berstatus Free Trade Zone yaitu adanya master list dinilai tidak fleksibel dan membuat proses impor menjadi lebih lama dan rumit, kesiapan SDM BP kawasan dinilai belum memadai.

Dalam hal perizinan impor terdapat masalah komersialisasi pengurusan izin Nomor Induk Kepabeanan (NIK). Dalam hal perpajakan, terdapat pajak berganda dan tarif pajak yang terlalu tinggi ditambah tidak ada fasilitas perpajakan seperti tax holiday. Selain itu perbedaan tarif pajak (penghasilan corporate) antara Indonesia dan Singapura menjadi disisentif bagi investor. Kendala lain yang dihadapi adalah masalah lahan dan hambatan sosial.

BACA JUGA:   Top 10 World Port Operator, PSA Singapore Nomor 1, Pelindo Nomor Berapa?

Kinerja ekonomi Kepulauan Riau triwulan IV 2023 tumbuh positif sebesar 4,45 persen (yoy) dan menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di regional Sumatera. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB menyentuh angka Rp89,97 triliun dan ADHK Rp52,72 triliun. Pada bulan Desember 2023 inflasi Kepri sebesar 2,76 persen (yoy) dan 0,44 persen (mtm).

Dari sisi ingkat Kesejahteraan Rakyat, tingkat IPM dengan metode perhitungan baru tertinggi ke-tiga Nasional, yaitu 79,08 tumbuh sebesar 0,76 persen (yoy). Selanjutnya, per bulan Maret 2023, Angka Kemiskinan sebesar 142,50 ribu jiwa atau 5,69 persen dari total penduduk Kepri. Gini Ratio Kepri per Maret 2023 sebesar 0,34, meningkat 0,015 persen dibandingkan September 2022 sebesar 0,325, artinya ketimpangan pengeluaran meningkat pada periode Maret 2023.

BACA JUGA:   Ekonomi Kepri 2021 Tumbuh 3,43%

Simak laporan Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Kepri tahun 2023 yang disusu oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan – Provinsi Kepri dalam file terlampir.

DOWNLOAD DISINI –

LAPORAN KFR KEPRI TRIWULAN III-2023: https://shorturl.at/eiuCW

LAPORAN KFR KEPRI TAHUN 2023 https://bit.ly/3TBRxFs

  • Bagikan
172 views