BPS Ungkap Harga Beras Sudah Naik di 179 Kabupaten/Kota

  • Bagikan
Pekerja melakukan bongkar muat karung berisi beras untuk rakyat miskin (Raskin) untuk didistribusikan, di Kantor Kelurahan Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/11). Pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Jateng Sub Divisi Regional (Subdivre) III Solo mulai menyalurkan beras untuk rakyat miskin ke-13 dan ke-14 dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan bisa membuat masyarakat tenang dan meredam gejolak harga pasar. ANTARAFOTO/Maulana Surya/ama/15.

Regional.co.id, JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan harga beras secara nasional pada pekan ketiga Februari 2024 terus mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan rata-rata periode Januari 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan pada pekan ketiga Februari 2024, kenaikan harga beras mencapai 2,92 persen dibandingkan Januari 2024.

“Harga beras ini kalau kita lihat di minggu ke 3 (Februari 2024) rata-rata mencapai Rp 14.380 per kg. Kenaikan harga beras ini terjadi di 179 kabupaten/kota,” kata Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2024 yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (19/2).

BACA JUGA:   Gawat! Jutaan Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Bahkan, Pudji mengatakan pada pekan ketiga bulan ini ada sekitar 20 persen wilayah Indonesia yang harga berasnya lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga nasional.

“Harga beras di Februari minggu ketiga 2024 meningkat cukup tinggi dibandingkan minggu kedua, minggu lalu,” ujarnya.

Pudji mengatakan beras memang kerap mengalami inflasi, terutama di periode Februari setiap tahunnya. Sejak 2018, beras sudah lima kali alami inflasi.

“Pada 2023, komoditas beras dan bawang putih cenderung alami inflasi,” ujarnya.

Salah satu penyebabnya adalah terjadinya penurunan surplus beras di 2024. Pudji mengatakan secara historis, produksi beras nasional dalam satu tahun dihasilkan sepanjang Januari-April.

BACA JUGA:   Minyak Goreng Satu Harga Mulai Berlaku, Masyarakat Dihimbau Tidak Panic Buying!

“Maret 2023 ini puncak panen mencapai 5,13 juta ton. Sementara Maret 2024 ini potensi diperkirakan panen itu 3,51 juta ton,” katanya.

Sehingga, Pudji melanjutkan, jika dibandingkan antara konsumsi dan produksi, maka surplus yang akan terjadi di Maret 2024 jauh lebih rendah dibandingkan Maret 2023. (kumparan/mrh)

  • Bagikan
151 views