EMA Tunjuk YTL PowerSeraya Pte Untuk Kembangkan Pembangkit Listrik Hidrogen Kapasitas 600 MW

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Energy Market Authority (EMA) Singapura telah memberikan persetujuan kepada YTL PowerSeraya Pte. Limited (YTL PowerSeraya) untuk membangun, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit hidrogen pada unit Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) dengan kapasitas minimal 600 megawatt (MW) pada akhir tahun 2027.

Hal ini menyusul adanya Permintaan Proposal (request for proposal/RFP) yang diajukan pada bulan Juli 2023 untuk memastikan kapasitas pembangkit listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan listrik di masa depan.

Ngiam Shih Chun, Chief Executive, EMA, mengatakan pembangunan, kepemilikan, dan pengoperasian pembangkit listrik baru oleh YTL PowerSeraya akan mendukung keandalan dan keamanan sistem ketenagalistrikan Singapura.

BACA JUGA:   Indonesia Kena Prank! Dana Transisi Energi JETP Hanya Secuil

“Kami menantikan investasi lebih lanjut dari sektor swasta dalam sistem energi kami. Diperlukan kapasitas pembangkitan baru untuk memenuhi pertumbuhan permintaan listrik,” ujarnya dalam rilis yang diterima Regional Newsroom, Senin (26/02).

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan listrik Singapura terus meningkat karena pertumbuhan ekonomi, peningkatan elektrifikasi, dan peningkatan digitalisasi.

Selama lima tahun ke depan, permintaan puncak sistem diproyeksikan akan tumbuh lebih cepat dengan pertumbuhan tahunan setidaknya 3,4%, dibandingkan dengan pertumbuhan 1,5% pada dekade sebelumnya. Percepatan ini didorong oleh industri seperti manufaktur maju, ekonomi digital, pangan, dan transportasi.

EMA telah memproyeksikan bahwa tambahan kapasitas pembangkitan akan diperlukan pada tahun 2028 dan menyerukan RFP untuk memastikan bahwa Singapura memiliki kapasitas pembangkitan yang cukup untuk memenuhi proyeksi pertumbuhan permintaan dan menjaga keandalan sistem.

BACA JUGA:   Investasi Energi Hijau Butuh Payung Hukum, EnergyWatch: Percepat Pembahasan UU EBT

Ketika RFP ditutup pada 31 Oktober 2023, EMA menerima empat proposal dan memilih proposal dari YTL PowerSeraya untuk membangun CCGT baru yang siap menggunakan bahan baku hidrogen. Unit CCGT baru diharapkan akan ditugaskan pada akhir tahun 2027.

  • Bagikan
140 views