Dipicu Kerjasama KEK dengan Singapura, PM Malaysia Proyeksikan Ekonomi Johor Makin Bersinar

  • Bagikan

Regional.co.id, JOHOR BAHRU: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memproyeksikan perekonomian Johor bisa melampaui negara-negara bagian Malaysia lainnya dalam satu hingga dua tahun ke depan karena proyek berdampak tinggi seperti Zona Ekonomi Khusus (KEK) Johor-Singapura dan zona keuangan khusus di Forest City memacu pertumbuhan.

“Kedua (proyek) tersebut akan memastikan pertumbuhan yang lebih cepat (untuk Johor). Keduanya masih dirumuskan tetapi akan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi,” katanya kepada wartawan saat perayaan Madani Aidilfitri 2024 di Johor Bahru.

Singapura dan Malaysia menandatangani Nota Kesepahaman pada bulan Januari mengenai KEK Johor-Singapura, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas ekonomi lintas batas.

Berdasarkan MOU tersebut, kedua belah pihak akan berupaya meningkatkan arus barang dan manusia lintas batas dan mengembangkan kerangka kerja yang akan mengarah pada kesepakatan penuh mengenai zona tersebut.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi dan PM Lee Sepakati Kerjasama Ekonomi dan Pertahanan

Kedua negara juga menjajaki inisiatif lain, termasuk sistem izin bebas paspor di kedua sisi perbatasan.

Sementara itu, Anwar mengumumkan pada bulan Agustus tahun lalu bahwa proyek Forest City di Johor akan ditetapkan sebagai zona keuangan khusus untuk memacu perekonomian di wilayah Iskandar Malaysia.

Zona ini akan menawarkan insentif bisnis untuk mendirikan operasi, seperti tarif pajak pendapatan tetap sebesar 15 persen untuk pekerja asing terampil, dibandingkan dengan 30 persen di tempat lain, visa masuk ganda, serta jalur masuk cepat bagi mereka yang berbasis di negara tersebut. di Singapura.

“Saya yakin hal ini akan menarik banyak perusahaan yang mengalami biaya operasional tinggi di Singapura,” kata Anwar saat itu.

Dalam pidatonya pada hari Kamis, perdana menteri mengatakan Johor terus mendorong pertumbuhan di Malaysia, dengan kemajuan dan pembangunan negara bagian tersebut termasuk yang teratas secara nasional.

BACA JUGA:   Jalan-Jalan Ke Johor Bahru, Ingat 4 Hal Ini!

“Kami sedang membangun zona ekonomi khusus yang dapat membina hubungan erat dengan Singapura dan kami sedang menyiapkan zona keuangan khusus di Forest City. Hal ini menunjukkan bahwa Johor akan mencatat pertumbuhan yang sangat pesat,” ujarnya.

Anwar juga mencatat bahwa Johor memiliki tingkat kemiskinan ekstrim yang rendah dengan jumlah penduduk kurang dari 2.000 orang atau 0,05% dari total penduduk yang mencapai 4,01 juta jiwa, dan hal ini dapat diselesaikan dalam jangka pendek dengan dihapuskannya kemiskinan ekstrim di negara bagian tersebut.

Selain itu, program lain seperti mitigasi banjir juga diprioritaskan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Johor.

“Kita tidak bisa hanya berusaha mencapai pertumbuhan besar. Banjir juga cukup besar sehingga program mitigasi banjir menjadi prioritas. Saya ingin para pimpinan dan pejabat melakukan pengawasan untuk memastikan proyek tersebut terlaksana dengan cepat sehingga permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat teratasi,” ujarnya.

BACA JUGA:   Fase Pertama Tuas Mega Port Resmi Beroperasi, PM Lee: Kami Terus Maju!

Oleh karena itu, para pemimpin di Johor harus memastikan penyelenggaraan negara bebas dari korupsi dan kepentingan masyarakat terlindungi, tambah Anwar.

Pada saat yang sama, Anwar menekankan bahwa pembangunan di negara mana pun juga harus sejalan dengan pembangunan manusia sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

“Jangan fokus (hanya) pada bangunan, industri, dan jalan raya sambil meremehkan manusia.

“Apalah arti pembangunan jika kita mengabaikan masyarakat termiskin yang tidak mempunyai kesempatan, apakah mereka Melayu, Cina, India, atau Orang Asli? Mereka semua adalah warga Johor dan harus diberi tempat dan diberikan perlindungan maksimal,” katanya. (CNA/mtn)

  • Bagikan
37 views