Hujan Buatan Dituding Jadi Pemicu Banjir Besar di Dubai, Ini Faktanya!

  • Bagikan

Regional.co.id, DUBAI: Hujan buatan dituding menjadi penyebab kebanjiran yang terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa pihak menuding terjadinya air bah ini akibat dari upaya pemerintah melakukan cloud seeding atau penyemaian awan untuk hujan buatan.

Namun, National Center of Meteorology (NCM), satuan tugas pemerintah yang bertanggung jawab atas misi penyemaian awan di Uni Emirat Arab, membantah laporan bahwa mereka melakukan teknik modifikasi cuaca menjelang badai besar yang terjadi di negara tersebut sehingga menyebabkan banjir di beberapa titik seperti di Dubai.

Organisasi tersebut mengatakan bahwa mereka tidak mengirimkan pilot untuk operasi penyemaian sebelum atau selama badai yang melanda UEA.

“Salah satu prinsip dasar penyemaian awan adalah Anda harus menargetkan awan pada tahap awal sebelum hujan turun, jika Anda menghadapi situasi badai petir yang parah maka sudah terlambat untuk melakukan operasi penyemaian apa pun,” kata Wakil Direktur Jenderal NCM Omar AlYazeedi, dikutip dari CNBC Internasional, belum lama ini.

BACA JUGA:   Jokowi Bawa Kabar Tak Sedap di KTT G20, 48 Negara Terancam Krisis!

Pada Selasa (16/4), negara tersebut mengalami hujan badai terdahsyat yang pernah terjadi dengan curah hujan lebih dari 250 milimeter di Emirat Al Ain dan tercatat lebih dari 100 mm di tempat-tempat seperti Dubai. Menurut catatan NCM, curah hujan tahunan di UEA rata-rata antara 140 hingga 200 mm.

Penolakan NCM mengikuti laporan Bloomberg sebelumnya, di mana Ahmed Habib, seorang ahli meteorologi, mengatakan bahwa hujan badai tersebut sebagian berasal dari penyemaian awan.

Habib kemudian mengatakan bahwa enam pilot telah melakukan misi terbang sebagai bagian dari protokol reguler, tetapi belum melakukan penyemaian awan apa pun. CNBC Internasional tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Penyemaian awan merupakan sebuah proses yang digunakan untuk meningkatkan curah hujan. Cara ini telah menjadi bagian integral dari misi UEA untuk mengatasi kekurangan air. Misi penyemaian diperkenalkan pada 1990an, dan lebih dari 1.000 jam penyemaian awan kini dilakukan setiap tahunnya.

NCM mengatakan pihaknya telah melacak curah hujan lebat yang datang tetapi tidak menargetkan awan apapun selama periode tersebut. Mereka menghubungkan badai tersebut dengan curah hujan alami.

“Kami sangat memperhatikan keselamatan personel, pilot, dan pesawat kami. NCM tidak melakukan operasi penyemaian awan selama peristiwa cuaca ekstrem,” kata AlYazeedi.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi Global 2022 Diprediksi Melemah Akibat Peningkatan Kasus COVID-19 dan Inflasi
  • Bagikan
42 views