Pernah Jadi Sopir Angkot, Kini Prajogo Pangestu Jadi Orang Tajir Ke- 27 di Dunia

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Pemilik Grup Barito Pacific, Prajogo Pangestu berhasil menduduki posisi ke-27 sebagai orang terkaya di dunia. Harta ‘raja’ industri petrokimia dan energi itu mencapai Rp 1.000 triliun.

Dilansir dari Forbes, Senin (13/5/2024), Prajogo Pangestu memiliki kekayaan bersih senilai US$ 62,8 miliar atau setara Rp 1.005 triliun (kurs Rp 16.012). Kekayaan itu membawanya menempati posisi ke-27 dalam daftar orang terkaya di dunia dan posisi ke-2 sebagai orang terkaya di Indonesia.

Harta Prajogo Pangestu meningkat seiring dengan kenaikan harga saham-saham perusahaan miliknya. Di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

BACA JUGA:   Lowongan Kerja di Bank Mandiri, Buka Sampai 30 April 2024. Siapkan Lamaran Anda!

Putra seorang pedagang karet itu memiliki kisah panjang dalam merintis karirnya. Sempat merantau ke Jakarta untuk mengubah nasib, tetapi belum beruntung karena tak kunjung mendapat pekerjaan dan memutuskan balik ke kampung halaman.

Saat kembali itulah, Prajogo Pangestu bekerja menjadi sopir angkot. Dari profesi itu dia bertemu dan mengenal pengusaha kayu asal Malaysia, Bon Sun On alias Burhan Uray pada tahun 1960-an.

3 Orang RI Ini Punya Harta Lebih Banyak dari Jack Ma
Dari situ karir Prajogo Pangestu dimulai, ikut Burhan Uray di PT Djajanti Group pada 1969. Berkat kerja keras dan kegigihannya, dia kemudian dipercaya menjadi general manager (GM) di pabrik Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur setelah tujuh tahun bekerja.

BACA JUGA:   Pinjol Semakin Laris, Pinjaman Tembus Rp53,38 Triliun

Jabatan itu hanya setahun diembannya dan Prajogo Pangestu memilih memulai bisnis sendiri dengan membeli CV Pacific Lumber Coy yang ketika itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Dia membayarnya dengan uang pinjaman dari bank.

Dalam perjalanannya, Prajogo Pangestu mengganti nama Pacific Lumber jadi PT Barito Pacific. Kemudian bisnisnya terus meningkat hingga mulai go public pada 1993.

Gurita bisnis Prajogo Pangestu tidak hanya di industri perkayuan, bisnisnya meluas ke bidang petrokimia, minyak sawit mentah, hingga properti. Pada 2007 Barito Pacific mengakuisisi 70% dari perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA:   Kartu Kredit Pemerintah Berlaku, Siapa Saja Yang Bisa Gesek?

Lalu 2011 Chandra Asri bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. Thaioil mengakuisisi 15% saham Chandra Asri pada Juli 2021. Mereka disebut akan memulai mengembangkan situs petrokimia kedua pada 2022.

  • Bagikan
127 views