Tegas! Anwar Ibrahim Tolak Rencana Pembangunan Kasino di Johor Forest City

  • Bagikan

Regional.co.id, DOHA: Pemerintah Malaysia menolak tegas rencana pembukaan kasino di Johor Forest City sekaligus membantah adanya upaya dari pemerintah untuk mempertimbangkan rencana tersebut.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan penolakan tersebut saat ditanya wartawan di sela lawatannya dalam Forum Ekonomi Qatar, Selasa (14/05) lalu.

“Afirmatif tidak,” kata Anwar di Forum Ekonomi Qatar pada Selasa (14 Mei), ketika ditanya apakah pemerintahannya akan mengizinkan kasino kedua di negara Asia Tenggara tersebut, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

Masalah ini telah menjadi sorotan sejak bulan lalu, ketika Bloomberg melaporkan bahwa Malaysia sedang melakukan diskusi awal dengan para taipan mengenai pembukaan kasino di kawasan pengembangan properti Forest City yang terkepung di Johor Bahru.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi dan PM Lee Sepakati Kerjasama Ekonomi dan Pertahanan

Berita ini diangkat oleh beberapa media Malaysia dan asing, termasuk harian Singapura The Straits Times, yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya dalam melaporkan bahwa kasino tersebut termasuk di antara proposal Malaysia untuk Zona Ekonomi Khusus (KEK) Johor-Singapura.

Para analis yang diwawancarai oleh CNA mengatakan bahwa hal tersebut akan bertentangan dengan skenario tersebut karena hal tersebut sulit untuk dilakukan secara politik dan merupakan pertaruhan yang berisiko secara ekonomi, serta kemungkinan mempunyai dampak negatif pada hubungan bilateral tertentu.

Anwar, yang juga menjabat Menteri Keuangan, mengatakan pada forum tersebut bahwa fokus Malaysia saat ini cukup untuk mendorong pertumbuhan di masa depan.

BACA JUGA:   Dipicu Kerjasama KEK dengan Singapura, PM Malaysia Proyeksikan Ekonomi Johor Makin Bersinar

“Malaysia tidak harus terjun ke bisnis kasino (kedua). Kami fokus pada transformasi digital, transisi energi (dan) AI, dan kami yakin ini (di antara industri yang) cukup untuk mendorong negara ini maju,” kata Anwar.

Perdana menteri pada akhir bulan lalu telah membantah adanya rencana untuk membuka kasino di Forest City, dan mengecam klaim tersebut sebagai kebohongan. Para pengusaha yang disebutkan dalam laporan berita juga menyangkal ikut serta dalam pertemuan semacam itu.

Pihak berwenang Malaysia telah mendakwa beberapa orang karena membuat pernyataan menghasut sehubungan dengan laporan kasino tersebut. Pada Senin (6 Mei), media lokal melaporkan bahwa polisi Malaysia mencatat pernyataan jurnalis Bloomberg Ram Anand atas artikel tersebut.

BACA JUGA:   Soal Ekspor Pasir Laut, Ini Tanggapan Pemerintah Singapura!

Malaysia hanya memberikan satu lisensi kasino, yang dikeluarkan untuk Genting pada tahun 1969. Grup ini juga memiliki operasi kasino di Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura.

  • Bagikan
39 views