Terbesar di Dunia! Potensi PLTA Terapung di Indonesia Mencapai 14,7 Gigawatt

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Indonesia memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung yang dapat dibangun di atas bendungan hingga mencapai 14,7 Gigawatt.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan terdapat 259 lokasi bendungan yang dimiliki Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 259 lokasi.

Adapun dari jumlah tersebut, potensi PLTS Apung yang dimungkinkan dibangun dari bendungan yang ada adalah sebesar 14.701 megawatt (MW) dan potensi PLTA adalah 926 MW.

“Pembangunan di 259 bendungan PUPR yang dimungkinkan untuk jadi tempat floating PV dan hydropower so dari 259 itu kita mempunyai potensi 14 gw dari solar panel untuk bisa dijadikan floating PV dan 925 MW untuk PLTA,” kata Eniya dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (21/5/2024).

BACA JUGA:   Singapura Bangun PLTS Skala Besar di Waduk Kranji, Dimulai Tahun 2025!

Ke depan, Eniya mendorong Indonesia dapat memaksimalkan penggunaan energi ramah lingkungan dalam menghadapi era transisi energi menuju energi hijau. Sebab, hal ini dapat membantu Indonesia dalam mengurangi polusi udara dan mencegah kerusakan alam.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung atau Floating Solar PV berkapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp) pada Kamis (09/11/2023).

PLTS Terapung ini dinilai sebagai PLTS Terapung terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau bahkan terbesar ketiga di dunia.

Pemanfaatan Waduk

Sebelumnya, Pemerintah mengizinkan investor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung skala besar (floating PV) di Indonesia untuk memanfaatkan permukaan waduk hingga 20%.

BACA JUGA:   Gurin Energy Berminat Bangun PLTS Kapasitas 2 GW di Karimun

Salah satu waduk atau DAM yang sudah memanfaatkan PLTS apung adalah di PLTS terapung Cirata, Purwakarta yang memanfaatkan sebanyak 4% permukaan waduk untuk dimanfaatkan menjadi PLTS terapung.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan nantinya waduk di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk PLTS terapung sebanyak 20% untuk menggenjot produksi listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

“Jadi nanti waduk-waduk di Indonesia itu akan ditaruh solar-solar panel untuk matahari. Sehingga kita bisa menciptakan listrik yang hijau,” jelas Erick melalui akun sosial media Instagram pribadinya @erickthohir, dikutip Jumat (10/11/2023).

Adapun PLTS Terapung terbesar di ASEAN ini dipasang di atas Waduk Cirata dengan luas 200 hektar. PLTS dengan nilai investasi US$ 145 juta ini berada di tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.

BACA JUGA:   EMA Tunjuk YTL PowerSeraya Pte Untuk Kembangkan Pembangkit Listrik Hidrogen Kapasitas 600 MW

Proyek PLTS Terapung Cirata sendiri merupakan kerja sama RI dan Uni Emirat Arab (UEA) melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PLN (Persero) dan perusahaan energi asal UEA, Masdar.

  • Bagikan
50 views