Tamatan SMK Masih Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi, BPS: Trennya Menurun!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar di Indonesia. Walaupun trennya terus menurun, namun pengangguran dari sekolah ini melebihi pengangguran SMA dan Perguruan Tinggi.

Data BPS per Februari 2024 menunjukkan angka pengangguran dari SMK sebesar 8,62%, namu trennya terus menurun dibandingkan 2023 dan 2022 yaitu 9,60% dan 10,35%.

Sementara itu, pengangguran dengan tingkat pendidikan SMA sebesar 6,73%, Diploma I/II/III sebesar 4,87%, Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 5,63%, SMP sebesar 4,28%, dan SD sebesar 2,38%.

Dibandingkan Februari 2023, penurunan TPT terjadi pada hampir semua tingkat pendidikan, dengan penurunan terbesar pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama yaitu sebesar 1,13% poin. Sementara itu, lulusan Diploma IV, S1, S2, S3 mengalami kenaikan TPT yakni sebesar 0,11% poin.

BACA JUGA:   Filianingsih Hendarta Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), jumlah siswa SMK di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5 juta orang. Jumlah ini meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah siswa SMK ini juga diikuti dengan peningkatan kualitas lulusannya. Hal ini terlihat dari semakin menurunnya tingkat pengangguran lulusan SMK.

Kemendikbudristek menargetkan pada tahun 2024, jumlah siswa SMK di Indonesia mencapai 6 juta orang. Jumlah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia.

Sementara itu jumlah mahasiswa sampai 2024 ini mencapai 9,8 juta orang dari 4.425 perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.

BACA JUGA:   Pemulihan Ekonomi Picu Permintaan Energi, Wamenkeu: Subsidi pun Membengkak!

Jika digabung seluruh penangguran dari level Diploma dan Strata, maka jumlahnya sebesar 10,5% atau tertinggi dari seluruh level pendidikan yang ada.

  • Bagikan
64 views