Blackout Sumatera, Penyebab Pemadaman Belum Diketahui!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Pemadaman listrik skala besar atau blackout melanda sebagian wilayah Sumatera sejak Selasa (04/05) hingga Rabu (05/06) masih dalam penyelidikan PLN. Padahal, wilayah ini memiliki pasokan energi berlimbah dan berlebih.

Diketahui bahwa pemadaman listrik tersebut terjadi karena adanya gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat yang terjadi pada Selasa (4/6) kemarin.

Sistem transmisi tersebut merupakan jaringan interkoneksi yang terhubung dengan sejumlah wilayah di Sumatra sehingga Sumbar juga turut dirasakan dampaknya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatra Barat (Sumbar) Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan, pihaknya masih melakukan inspeksi. Terdapat sekitar 90 kilometer jalur yang disusuri secara detail atau terdiri atas 300 tower yang sedang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti penyebab padamnya aliran listrik.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Lantik Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN Hari Ini

Sampai Kamis ini, sistem kelistrikan berhasil dipulihkan hingga 100% terutama di wilayah Sumatera Barat yang terkena dampak paling parah.

Kendati sudah pulih, PLN masih mengingatkan potensi terjadinya pemadaman bergilir mulai dari Aceh hingga Lampung pada Kamis ini mulai jam 18.00 – 20.00.

Berdasarkan data PLN per Desember 2023, sistem kelistrikan Sumatera memiliki cadangan daya yang sangat besar dengan reserve margin 41%.

Reserve margin merupakan cadangan daya pada sistem ketenagalistrikan terhadap beban puncak. Tingkat keandalan pasokan listrik di sistem dicerminkan oleh besarnya reserve margin ini.

Sejak Selasa (4/6/2024) hingga Rabu (5/6/2024), aliran listrik mulai dari Aceh hingga Lampung mengalami pemadaman bergilir dengan durasi yang bervariasi, mulai dari 10 jam, bahkan ada yang hingga 24 jam.

BACA JUGA:   PLTU Dipensiunkan, Indonesia Butuh Dana Transisi Energi Terbarukan Rp429 Triliun Dalam 8 Tahun

Padamnya aliran listrik tersebut terjadi karena adanya gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat yang terjadi pada Selasa (4/6). Sistem transmisi tersebut merupakan jaringan interkoneksi yang terhubung dengan sejumlah wilayah di Sumatra.

Hal ini mengakibatkan terganggunya tak kurang dari 29.000 gardu distribusi yang memasok listrik pelanggan. PLN menyatakan, padamnya jaringan transmisi dengan beban tinggi menyebabkan pembangkit listrik ikut padam secara otomatis dan memerlukan waktu dalam penyalaan kembali, terutama PLTU.

Dalam proses pemulihan juga diperlukan manajemen pengaturan beban untuk menjaga kestabilan listrik pada wilayah terdampak.

BACA JUGA:   Kebut Proyek Tol Trans Sumatera, Dari Mana Duitnya?

  • Bagikan
29 views